IPO 2025: Selektif, Bidik Kualitas dan Dana Jumbo

persen

Jakarta – Pasar modal Indonesia diwarnai penyesuaian target Initial Public Offering (IPO) sepanjang tahun 2025. Bursa Efek Indonesia (BEI) merevisi targetnya menjadi 45 perusahaan, dari target awal 66 emiten.

Revisi ini mencerminkan kondisi pasar yang dinamis dan fokus pada kualitas emiten.

Hingga akhir November 2025, tercatat 24 emiten baru melantai di BEI. Kemudian, tambahan emiten pada awal Desember menjadikan total emiten baru mendekati pertengahan 20-an hingga akhir tahun.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menegaskan bahwa BEI lebih mengutamakan kualitas emiten yang masuk pasar.

Walaupun jumlah emiten yang IPO lebih rendah dari target awal, nilai total penawaran umum korporasi mencapai Rp 238,68 triliun per akhir November 2025. Angka ini melampaui beberapa target awal di semester pertama 2025.

Kenaikan nilai ini didorong oleh IPO saham, penawaran umum terbatas, serta penawaran efek bersifat utang/sukuk.

BEI mencatat adanya campuran emiten dari sektor energi, barang baku, industri, serta perusahaan fintech, perbankan, dan barang konsumsi.

BEI menetapkan kriteria “lighthouse IPO” untuk emiten dengan kapitalisasi pasar minimal Rp 3 triliun atau free float yang signifikan.

Kinerja saham-saham IPO pada 2025 bervariasi. Beberapa saham mencatat lonjakan harga yang signifikan setelah listing, menarik minat investor ritel.

Kondisi makro global, sentimen pasar, serta fokus regulator pada kualitas emiten menjadi faktor pendorong dan penghambat pasar IPO 2025.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI memperkuat koordinasi untuk memastikan emiten memenuhi standar informasi, kepatuhan, dan tata kelola.

Investor ritel disarankan untuk melakukan uji tuntas terhadap prospektus, model bisnis, dan tata kelola emiten sebelum berinvestasi.

BEI menargetkan 50 IPO pada 2026, dengan penekanan pada kualitas emiten. Spin-off aset strategis dari emiten besar berpotensi mendorong gelombang IPO berkualitas.

Berikut daftar emiten yang IPO di BEI pada 2025:

1. PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII): 8 Januari 2025
2. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU): 8 Januari 2025
3. PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX): 8 Januari 2025
4. PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC): 9 Januari 2025
5. PT Hero Global Investment Tbk (HGII): 9 Januari 2025
6. PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT): 13 Januari 2025
7. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK): 13 Januari 2025
8. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG): 13 Januari 2025
9. PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI): 10 Maret 2025
10. PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE): 10 Maret 2025
11. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI): 25 Maret 2025
12. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE): 14 April 2025
13. PT Medela Potentia Tbk (MDLA): 15 April 2025
14. PT Citra Sarana Medika Tbk (DKHH): 8 Mei 2025
15. PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT): 8 Juli 2025
16. PT Asia Pramulia Tbk (ASPR): 8 Juli 2025
17. PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN): 9 Juli 2025
18. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA): 9 Juli 2025
19. PT Prima Multi Usaha Tbk (PMUI): 10 Juli 2025
20. PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK): 10 Juli 2025
21. PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI): 10 Juli 2025
22. PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG): 10 Juli 2025
23. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): 23 September 2025
24. PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHP): 6 November 2025
25. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO): 8 Desember 2025
26. PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA): 17 Desember 2025

Rekomendasi