Jakarta – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan dengan menekan kerugian bersih sebesar 45,58% secara tahunan (year on year) sepanjang kuartal I 2026. Hingga Maret 2026, kerugian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 678,03 miliar, turun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,24 triliun.
Pencapaian ini seiring dengan pertumbuhan pendapatan usaha perusahaan yang melonjak 54,86% menjadi Rp 2,09 triliun pada kuartal pertama tahun ini, dibandingkan Rp 1,35 triliun pada periode serupa di 2025.
Segmen jasa konstruksi menjadi motor utama pendapatan dengan kontribusi sebesar Rp 1,6 triliun. Selain itu, pendapatan juga disokong oleh segmen jalan tol sebesar Rp 322,77 miliar, penjualan precast Rp 102,89 miliar, pendapatan properti Rp 26,07 miliar, pendapatan hotel Rp 22,97 miliar, penjualan infrastruktur lainnya Rp 19,16 miliar, serta sewa gedung sebesar Rp 2,19 miliar.
Meski pendapatan tumbuh, beban pokok pendapatan perseroan ikut naik menjadi Rp 1,92 triliun dibandingkan periode tahun lalu yang sebesar Rp 1,09 triliun. Hal ini menyebabkan laba bruto Waskita tergerus 31,42% menjadi Rp 175,06 miliar dari sebelumnya Rp 255,29 miliar.
Namun, efisiensi pada pos beban lainnya berhasil membantu menekan rugi bersih. Waskita mencatatkan penurunan beban non-contributing plant yang drastis menjadi Rp 2,35 juta, serta adanya arus masuk pada pos beban lain-lain bersih sebesar Rp 410,91 miliar, berbalik dari posisi beban sebesar Rp 297,58 miliar pada tahun lalu.
Dampaknya, rugi per saham dasar WSKT membaik menjadi Rp 23,54 dari sebelumnya Rp 43,26 pada kuartal I 2025.
Dari sisi neraca keuangan, total aset Waskita per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp 68,89 triliun, turun dari posisi akhir tahun 2025 yang mencapai Rp 70,73 triliun. Sementara itu, total liabilitas juga mengalami penurunan menjadi Rp 65,94 triliun dari sebelumnya Rp 67,09 triliun. Adapun ekuitas perseroan per Maret 2026 berada di angka Rp 2,94 triliun.
Di sisi lain, posisi kas dan setara kas Waskita terpantau menguat menjadi Rp 3,05 triliun pada akhir kuartal I 2026, meningkat dibandingkan posisi Rp 2,93 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.



















