Kim Jong Un Kembali, Perkuat Aliansi dengan Rusia

persen

kim-jong-un-tegaskan-komitmen-korea-utara-terus-bersama-rusia-usai-terpilih-kembali-sebagai-pemimpin-tertinggi
Kim Jong Un Tegaskan Komitmen Korea Utara Terus Bersama Rusia Usai Terpilih Kembali sebagai Pemimpin Tertinggi

Pyongyang – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan dengan Rusia. Ia menyatakan kesetiaan untuk “terus bersama Moskow” sebagai wujud komitmen politik.

Penegasan ini disampaikan Kim sebagai respons atas ucapan selamat dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, atas terpilihnya kembali dirinya sebagai Presiden Komisi Urusan Negara.

Kim menyebut hubungan antara Pyongyang dan Moskow sebagai “aliansi saling dukung yang kuat,” seperti dikutip dari pesan resmi pemerintah Korea Utara.

Ia menegaskan bahwa keputusan untuk terus bersama Rusia adalah pilihan dan tekad yang tidak akan berubah dalam kebijakan luar negeri Korea Utara.

Putin, dalam pesannya, juga menegaskan komitmen Rusia untuk melanjutkan kerja sama erat guna meningkatkan kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara.

Kim Jong Un Kembali Pimpin Korea Utara

Kim Jong Un kembali terpilih sebagai Presiden Komisi Urusan Negara, jabatan tertinggi dalam pemerintahan Korea Utara.

Pemilihan tersebut berlangsung dalam sidang Majelis Rakyat Tertinggi ke-15 di Pyongyang pada 22 Maret lalu.

Jabatan ini menegaskan posisi Kim sebagai pemimpin tertinggi yang mengendalikan arah kebijakan politik dan militer negara tersebut.

Kerja Sama Militer dan Dukungan di Konflik Rusia-Ukraina

Korea Utara dan Rusia sebelumnya telah menandatangani kesepakatan kemitraan strategis komprehensif pada tahun 2024.

Kesepakatan tersebut mencakup komitmen untuk saling memberikan dukungan militer jika salah satu pihak diserang negara lain.

Pada Agustus 2025, Korea Utara dilaporkan mengirim sekitar 1.000 insinyur militer ke wilayah Kursk di Rusia untuk membantu membersihkan ranjau darat dalam konflik melawan Ukraina.

Sebelumnya, sekitar 15.000 personel tempur Korea Utara juga telah dikerahkan untuk mendukung Rusia dalam konflik tersebut.

Menurut intelijen Korea Selatan, sekitar 2.000 personel Korea Utara dilaporkan tewas dalam keterlibatan militer itu.

Rekomendasi