Kobexindo Pacu Penjualan Lewat Inovasi Dump Truck Hybrid Tahun 2026

persen

Jakarta – PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) menargetkan penguatan pangsa pasar alat berat melalui optimalisasi penjualan unit dump truck hybrid sepanjang tahun 2026.

Strategi ini ditempuh setelah produk TONLY Hybrid DTH145 mencatatkan performa penjualan impresif selama semester pertama tahun ini.

Tingginya minat pasar terhadap kendaraan tersebut didorong oleh kemampuan efisiensi konsumsi bahan bakar yang mampu menekan biaya operasional hingga 40 persen sampai 45 persen.

Sales Operation Director PT Kobexindo Tractors Tbk, Jhonly P.D. Runtu, menyatakan bahwa respons positif konsumen menjadi indikator utama keberhasilan penetrasi produk tersebut.

“Unit TONLY Hybrid DTH145 permintaannya cukup tinggi dari konsumen. Bahkan, pada awal peluncuran ada salah satu perusahaan kontraktor batubara yang langsung memesan lebih dari 10 unit dan saat ini sedang dalam proses repeat order karena puas dengan performanya,” ujar Jhonly, Kamis (2/7/2026).

Selain efisiensi bahan bakar, keunggulan kompetitif produk ini terletak pada harga yang bersaing serta jaminan ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual yang masif.

Keandalan unit dalam medan operasional yang berat menjadi faktor kunci yang mendongkrak kepercayaan pelaku usaha sektor pertambangan.

Hingga saat ini, TONLY Hybrid DTH145 telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu produk terlaris dalam portofolio penjualan Kobexindo selama enam bulan pertama tahun 2026.

Meskipun laporan keuangan resmi untuk periode semester I-2026 masih dalam proses finalisasi sebelum diserahkan ke Bursa Efek Indonesia, manajemen memastikan segmen alat berat tetap menjadi tumpuan utama perusahaan.

Kontribusi segmen penjualan unit alat berat terhadap total pendapatan perusahaan diproyeksikan berada pada kisaran 60 persen hingga 70 persen.

Dominasi permintaan masih bersumber dari sektor pertambangan yang membutuhkan efisiensi tinggi dalam kegiatan operasional harian mereka.

“Segmen penjualan unit alat berat tercatat sebagai segmen dengan kontribusi tertinggi dibandingkan segmen lain, yakni kisaran 60 persen sampai 70 persen. Adapun penjualan unit alat berat pertambangan masih mendominasi,” tambah Jhonly.

Kinerja positif ini merupakan kelanjutan dari tren pertumbuhan pada awal tahun.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, Kobexindo mencatatkan pendapatan sebesar Rp 459 miliar.

Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 2,98 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Laba kotor perusahaan bahkan menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 31,4 persen secara tahunan menjadi Rp 87,1 miliar.

Pertumbuhan tersebut secara substansial ditopang oleh segmen penjualan unit alat berat yang melonjak 27,9 persen menjadi Rp 309,9 miliar.

Segmen ini tercatat memberikan kontribusi sebesar 67,4 persen terhadap total pendapatan konsolidasi perusahaan pada kuartal pertama tahun ini.

Manajemen optimistis bahwa tren permintaan alat berat berbasis hybrid akan terus berlanjut seiring dengan kebutuhan industri pertambangan akan teknologi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Ketersediaan infrastruktur layanan purna jual yang luas di berbagai wilayah operasional menjadi modal utama bagi perusahaan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah persaingan industri alat berat yang semakin ketat.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar