Surabaya – Ancaman serangan siber yang mencapai 610,63 juta kasus sepanjang 2024 menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera memperketat tata kelola ruang digital nasional. Komisi I DPR RI kini tengah mematangkan langkah strategis guna membentengi masyarakat dari berbagai risiko kejahatan siber.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Anton Sukartono Suratto, mengungkapkan bahwa tingginya angka serangan siber tersebut, yang meningkat 1,04 persen dibanding tahun sebelumnya, menuntut perhatian serius. Menurutnya, ruang digital saat ini telah bertransformasi menjadi ranah strategis yang memerlukan perlindungan ekstra bagi publik.
“Indonesia menghadapi ancaman siber yang semakin meningkat. Data BSSN mencatat total serangan siber pada 2024 mencapai 610,63 juta serangan,” ujar Anton saat memimpin Kunjungan Kerja Panja Ruang Digital Komisi I DPR RI di Surabaya, Jumat (22/5/2026).
Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran Pemprov Jawa Timur, Forkopimda, hingga pelaku industri teknologi tersebut, Anton menekankan bahwa Panja Ruang Digital dibentuk untuk merumuskan rekomendasi yang mampu menjamin kedaulatan data nasional. Ia menyoroti dominasi platform asing yang dinilai berpotensi mengancam keamanan data masyarakat Indonesia.
Selain ancaman siber, Anton juga menyoroti kerentanan masyarakat akibat rendahnya literasi digital. Kondisi ini memicu maraknya penyebaran konten negatif, mulai dari pornografi, penipuan, hingga ujaran kebencian yang menyasar kelompok rentan.
“Dimensi perlindungan masyarakat menjadi prioritas. Kami ingin memastikan rekomendasi yang disusun nantinya benar-benar mampu menghadirkan ruang digital yang aman, sehat, dan berpihak kepada kepentingan publik,” tegasnya.
Melalui kunjungan kerja ini, Panja Ruang Digital menghimpun berbagai masukan dari aparat penegak hukum, akademisi, hingga komunitas digital di Jawa Timur. Seluruh data dan aspirasi tersebut akan menjadi landasan utama dalam menyusun kebijakan yang kondusif dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.























