Menteri Dody Ganti Tujuh Pejabat Eselon I Kementerian PU

persen

daftar-7-pejabat-eselon-i-kementerian-pu-yang-dicopot-menteri-dody
Daftar 7 Pejabat Eselon I Kementerian PU yang Dicopot Menteri Dody

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melantik tujuh pejabat tinggi madya eselon I di lingkungan Kementerian PU pada Jumat (1/5). Pergantian itu mencakup jabatan sekretaris jenderal, direktur jenderal, kepala badan, hingga staf ahli menteri.

Tujuh pejabat yang diganti adalah Wida Nurfaida yang semula menjabat Sekretaris Jenderal, Dwi Purwantoro sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Apri Artoto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Bob Arthur Lombogia sebagai Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, K.M. Arsyad sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Abram Elsajaya Barus sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi, serta Edy Juharsyah sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan.

Posisi Sekretaris Jenderal Kementerian PU kini diisi Apri Artoto, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia sejak Juli 2025.

Sementara itu, kursi Direktur Jenderal Sumber Daya Air yang sebelumnya ditempati Dwi Purwantoro kini digantikan Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw. Dwi sendiri dilantik pada Juli 2025 dan sebelumnya berpengalaman sebagai direktur sungai dan pantai serta kepala balai wilayah sungai.

Dalam sambutannya, Dody mengingatkan pesan Presiden Prabowo bahwa salah satu dari tiga fondasi statecraft bertumpu pada aparatur sipil negara yang solid dan bersih. Ia menegaskan ASN tidak cukup hanya kompeten, tetapi juga harus berintegritas, solid, dan mampu menjaga kepercayaan publik.

“Kementerian PU diharapkan dapat terus menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi proses, tetapi juga hasil yang dapat dirasakan secara nyata,” ujar Dody dalam keterangan resminya, Jumat (1/5).

Dody menambahkan, penguatan organisasi bukan sekadar merapikan jabatan, melainkan bagian dari upaya membangun statecraft, yakni kemampuan mengelola kebijakan negara agar setiap program berjalan efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme yang berjalan seiring dengan integritas. Menurut dia, hal itu dapat membentuk lingkungan kerja yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

“Kementerian PU perlu terus mendorong perbaikan tata kelola dan penguatan integritas ASN secara konsisten. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang profesional serta mendorong munculnya talenta-talenta yang berkontribusi positif,” kata Dody.

Rekomendasi