BNI Hadirkan QRIS Cross Border untuk Transaksi di China

persen

bni-perluas-akses-qris-wondr-ke-china,-permudah-transaksi-nasabah
BNI Perluas Akses QRIS wondr ke China, Permudah Transaksi Nasabah

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas layanan pembayaran digital lintas negara dengan meluncurkan fitur QRIS Cross Border di China melalui aplikasi wondr by BNI. Kehadiran fitur ini memungkinkan nasabah bertransaksi lebih praktis tanpa perlu menukar uang tunai.

Dengan layanan tersebut, nasabah BNI kini dapat membayar di merchant yang terhubung dengan Alipay dan UnionPay hanya dengan memindai kode QR. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan konektivitas sistem pembayaran global.

BNI meluncurkan inisiatif itu bersama Bank Indonesia serta sejumlah penyedia jasa pembayaran dan lembaga keuangan pada 30 April 2026. Acara peluncuran turut dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.

Senior Executive Vice President Network and Sales BNI Sri Indira mengatakan, langkah tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendukung ekosistem pembayaran yang semakin terhubung secara global.

“Peluncuran ini menjadi langkah nyata BNI dalam mendukung ekosistem pembayaran digital yang semakin global. Kami ingin memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan mudah di mana pun, termasuk di China, sekaligus mendorong peningkatan transaksi wisatawan mancanegara di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5).

Fitur QRIS Cross Border pun berlaku dua arah. Wisatawan asal China juga dapat bertransaksi di merchant BNI di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran mereka yang sudah terintegrasi dengan QRIS.

BNI menilai konektivitas sistem pembayaran Indonesia-China berpotensi mendorong transaksi inbound, terutama dari wisatawan China yang menjadi salah satu penyumbang utama sektor pariwisata nasional. Kemudahan bertransaksi lintas negara disebut menjadi salah satu pertimbangan wisatawan dalam memilih destinasi.

Data Bank Indonesia turut menunjukkan tren positif tersebut. Volume transaksi pembayaran digital nasional mencapai 14,39 miliar transaksi pada kuartal I 2026, naik 33,76% secara tahunan seiring meningkatnya penerimaan digital di berbagai sektor.

Sri Indira menambahkan, BNI tidak berhenti pada satu negara dan telah menyiapkan peta jalan ekspansi berikutnya. Langkah ini diharapkan dapat memperluas kenyamanan nasabah saat bertransaksi di luar negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital internasional.

Rekomendasi