Rektor UIN IB Dorong Humas PTKIN Melejitkan Konten

persen

hadiri-konsolidasi-strategi-span-ptkin-2026,-rektor-uin-ib-tekankan-transformasi-kehumasan
Hadiri Konsolidasi Strategi SPAN PTKIN 2026, Rektor UIN IB Tekankan Transformasi Kehumasan

Surabaya – Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd., menekankan pentingnya transformasi kehumasan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal ini disampaikannya saat menghadiri Forum Konsolidasi Strategi Publikasi SPAN PTKIN 2026 di Surabaya, 11-13 Februari lalu.

Menurutnya, humas saat ini tidak cukup hanya menyampaikan informasi.

“Humas harus mampu ‘melejit besar’ melalui inovasi dan kreativitas konten,” tegas Martin Kustati yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum Forum Rektor PTKIN.

Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., sependapat dengan hal tersebut. Ia menekankan bahwa kehumasan harus bertransformasi dengan berpikir besar, bergerak cepat, dan memproduksi konten berkualitas.

“Kita harus memproduksi konten-konten yang berkualitas, edukatif, dan relevan dengan generasi muda,” ujarnya.

Masnun menambahkan, konten yang diproduksi tidak boleh sekadar informatif, tetapi juga harus memiliki nilai storytelling, visual yang kuat, serta pendekatan yang sesuai dengan karakter Gen Z.

“Platform digital harus dimaksimalkan, mulai dari media sosial, video pendek, hingga publikasi kreatif yang mampu membangun engagement dan kepercayaan publik,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. H. Abd Aziz, M.Pd.I., menyoroti keberhasilan peningkatan pengisian PDSS dan antusiasme pendaftaran SPAN PTKIN 2026 sebagai bukti efektivitas strategi komunikasi yang tepat.

“Transformasi kehumasan harus terus diperkuat agar citra PTKIN semakin kokoh sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, dan kompetitif,” kata Aziz.

Tahun ini, pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk jalur SPAN PTKIN 2026 mengalami peningkatan signifikan, mencapai 14.438 data pendaftar secara nasional.

“Humas itu seperti burung. Ia harus terus berkicau, terus bersuara, terus menyampaikan pesan. Tidak boleh diam. Karena ketika humas berhenti menyuarakan informasi, maka publik juga bisa kehilangan arah,” pungkas Aziz.

Rekomendasi