Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,22% ke level 6.971 pada pembukaan perdagangan pekan ini, mengawali pergerakan pasar setelah pekan sebelumnya ditutup merosot 2,52% dengan arus keluar dana asing mencapai Rp5,8 triliun. Meski pasar saham diprediksi masih berada di bawah tekanan, sektor komoditas, khususnya nikel dan minyak kelapa sawit mentah (CPO), diperkirakan akan menunjukkan kinerja yang lebih baik.
Analis Ekuitas PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, memperkirakan pergerakan pasar saham pekan ini akan didominasi oleh sentimen “risk-off” moderat akibat tekanan eksternal. Pemicu utama kekhawatiran ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang berpotensi menjaga harga minyak dunia tetap tinggi.
“Eskalasi di Selat Hormuz secara fundamental akan memberikan tekanan signifikan berupa peningkatan biaya produksi bagi negara-negara pengimpor energi. Hal ini berisiko memicu inflasi dan menggerus daya beli masyarakat secara luas,” ujar David dalam riset mingguan, Senin (4/5/2026).
Dalam kondisi pasar yang cenderung berhati-hati ini, sektor konsumsi dan transportasi diperkirakan menghadapi risiko penurunan akibat lonjakan harga energi yang dapat mengerek biaya operasional. Sebaliknya, komoditas nikel dan CPO diprediksi tetap kuat berkat adanya keterbatasan pasokan global dan dukungan kebijakan domestik.
Secara teknikal, IHSG diprediksi akan memasuki fase tren menurun jangka menengah dan berpotensi menguji area support pada rentang 6.918 hingga 6.696. Oleh karena itu, investor disarankan untuk lebih defensif.
“Investor sebaiknya berfokus pada emiten berbasis komoditas seperti nikel dan CPO yang memiliki fundamental lebih kuat, dibandingkan dengan sektor konsumsi atau transportasi yang lebih rentan terhadap lonjakan biaya operasional,” imbuh David.
Berikut rekomendasi saham dari IPOT Sekuritas untuk perdagangan pekan ini:
1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI)
- Strategi: Beli
- Entry: Rp11.600
- Target price: Rp12.200
- Stop loss: Rp11.300
2. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP)
- Strategi: Buy on pullback
- Entry: Rp1.680-Rp1.700
- Target price: Rp1.800
- Stop loss: Rp1.620
3. PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA)
- Strategi: Buy
- Entry: Rp1.785
- Target price: Rp1.960
- Stop loss: Rp1.700




















