Jakarta – Transaksi kartu Syariah Card milik Bank Mega Syariah melonjak signifikan di akhir tahun 2025. Peningkatan mencapai 48 persen dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya.
Lonjakan ini sejalan dengan kenaikan volume transaksi sebesar 21 persen dibandingkan November 2025.
Menurut Syariah Card Business Division Head Bank Mega Syariah, Eva Dahlia Kusumawati, peningkatan ini mencerminkan perubahan perilaku belanja konsumen di akhir tahun.
Konsumen cenderung mengalokasikan dana lebih besar untuk perayaan, hadiah, dan persiapan tahun baru.
“Syariah Card hadir sebagai solusi pembayaran yang menawarkan kemudahan transaksi dan benefit menarik,” ujar Eva dalam keterangan resminya, Jumat (9/1).
Sektor retail dan marketplace menjadi penyumbang transaksi terbesar, mencapai 20 persen. Hal ini menunjukkan Syariah Card menjadi pilihan utama untuk berbelanja online maupun offline.
Selain kebutuhan harian dan rumah tangga, kategori pakaian menyumbang 9 persen transaksi. Sektor travel juga mencatatkan kontribusi signifikan sebesar 8 persen.
Eva menjelaskan, kombinasi antara kebutuhan perjalanan dan belanja saat libur akhir tahun menjadikan Desember sebagai puncak transaksi Syariah Card di tahun 2025.
Keunggulan Syariah Card dibandingkan kartu kredit lain adalah setiap transaksi bernilai ibadah melalui fitur poin sedekah.
Nasabah mendapatkan 10 poin untuk setiap transaksi kelipatan Rp10 ribu (Syariah Card Gold) atau 20 poin (Syariah Card Platinum). Poin ini disalurkan melalui lembaga Ziswaf mitra Bank Mega Syariah.
Secara keseluruhan, pembiayaan Syariah Card sepanjang 2025 tumbuh impresif. Volume transaksi Desember 2025 melonjak 85 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
“Ke depannya, pertumbuhan ini diharapkan terus berlanjut seiring dengan semakin lengkapnya fitur dan ekosistem pendukung keuangan syariah di Indonesia,” pungkas Eva.





















