Bahlil dan Petinggi BI Temui Kapolri Bahas Dampak Eskalasi Global

persen

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi strategis bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Pertemuan ini digelar untuk membahas langkah mitigasi terhadap dampak eskalasi geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas dalam negeri.

Sejumlah pejabat tinggi yang hadir dalam rapat tertutup tersebut antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mentan Andi Amran Sulaiman, Menaker Yassierli, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Perwakilan dari Kemendagri dan Pertamina juga turut hadir.

Kapolri menegaskan bahwa fokus utama koordinasi ini adalah menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini stabil di angka 5 persen. Selain itu, pemerintah berkomitmen memastikan keberlanjutan program Asta Cita, yakni delapan visi-misi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Memitigasi Risiko Global

Menurut Listyo, masukan dari para pimpinan lembaga memberikan arah yang jelas bagi pemerintah dalam menyikapi isu strategis ke depan. Mitigasi risiko menjadi langkah krusial untuk melindungi capaian-capaian pemerintah di tengah ketidakpastian dunia.

“Kami memitigasi berbagai macam risiko yang akan timbul. Dengan gambaran yang kami peroleh dari para pemangku kebijakan, kami memiliki peta jalan untuk melakukan mitigasi terhadap berbagai isu strategis,” ujar Listyo.

Menjaga Ketahanan Nasional

Kewaspadaan pemerintah didorong oleh konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang memicu blokade di Selat Hormuz. Situasi tersebut dikhawatirkan mengganggu stabilitas pasokan energi dunia dan berdampak langsung pada ketahanan nasional Indonesia.

Meski demikian, Kapolri optimistis bahwa Indonesia masih memiliki fondasi ketahanan yang kuat. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar seluruh program pembangunan yang telah berjalan dapat terus dipertahankan di tengah dinamika situasi internasional.

Rekomendasi