Teater ‘Jual Bual’ Antar Kurniasih Raih Gelar Doktor

persen

kurniasih-zaitun-promosi-doktor-lewat-teater-‘jual-bual’-di-isi-surakarta
Kurniasih Zaitun Promosi Doktor Lewat Teater ‘Jual Bual’ di ISI Surakarta

Surakarta – Kurniasih Zaitun, seorang promovenda Program Doktor Penciptaan Seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, akan menjalani sidang promosi doktoral yang unik.

Sidang ini akan diwujudkan melalui pementasan teater berjudul “Jual Bual”.

Pementasan “Jual Bual” dijadwalkan pada Senin (9/2/2026) malam, pukul 19.00–22.00 WIB.

Lokasinya di Teater Arena Taman Budaya Surakarta, Jawa Tengah.

Pertunjukan ini merupakan bagian penting dari disertasinya yang berjudul “Dramaturgi Kurenah dalam Penciptaan Teater Jual Bual”.

Disertasi ini menggunakan pendekatan penelitian berbasis praktik, yang berawal dari pengamatan langsung terhadap cara komunikasi pedagang obat kaki lima di pasar tradisional Minangkabau.

Kurniasih, yang juga mengajar di ISI Padang Panjang, mengungkapkan bahwa proses pembuatan teater “Jual Bual” memakan waktu hampir satu tahun.

Sementara riset artistik dan konseptual yang mendasarinya berlangsung sekitar empat tahun.

Ide “Jual Bual” sendiri lahir dari pengalaman artistiknya sejak menyelesaikan Program Magister Penciptaan Seni di ISI Surakarta pada 2008 dengan karya “Komplikasi”.

Karya tersebut mengangkat isu sosial dengan menjadikan praktik komunikasi pedagang obat kaki lima sebagai cermin relasi sosial masyarakat.

Dalam disertasinya, praktik jual obat tidak hanya dilihat sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai peristiwa performatif.

Di dalamnya, bahasa, tubuh, waktu, dan kepercayaan dipertaruhkan di hadapan publik.

Eksplorasi ini berlanjut melalui karya “ICU” dan “ICU+”, hingga mencapai bentuk sintesisnya dalam “Jual Bual”.

Konsep kunci yang ditawarkan adalah “kurenah”, istilah Minangkabau yang merujuk pada kecerdikan sosial yang memadukan siasat, kelenturan bahasa, permainan tubuh, dan pengelolaan waktu.

Melalui pendekatan teater postdramatik, “Jual Bual” tidak dibangun melalui alur cerita linear, melainkan kolase peristiwa performatif dengan teks yang cair dan improvisatif.

Kurniasih menjelaskan bahwa salah satu kebaruan yang ditawarkan adalah perumusan jeda dramatik sebagai strategi dramaturgis yang berakar pada tubuh matrilineal.

Secara artistik, “Jual Bual” menawarkan model penciptaan teater yang cair, improvisatif, dan berakar pada praktik sosial rakyat.

Sementara secara akademik, disertasi ini memperluas wacana teater Indonesia dengan menghadirkan dramaturgi kurenah sebagai paradigma lokal yang mampu berdialog dengan teori global.

Sidang promosi doktoral Kurniasih Zaitun dipromotori oleh Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A., dengan Dr. Yusril, M.Sn., sebagai kopromotor.

Tim penguji terdiri dari para ahli di bidang seni dan teater.

Rekomendasi