Makkah – Evaluasi mendalam terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026 mengemuka setelah Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menemukan sejumlah kendala krusial di kawasan Mina. Masalah utama yang disorot meliputi kapasitas tenda yang tidak memadai, buruknya sanitasi, hingga kegagalan distribusi logistik yang berdampak pada kesehatan jemaah.
Anggota Timwas Haji DPR RI, Selly Andriany Gantina, menegaskan bahwa kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Ia menyoroti kenyamanan jemaah yang terganggu akibat tenda yang terlalu padat serta minimnya ketersediaan air bersih untuk kebutuhan ibadah.
“Saya menemukan beberapa temuan kaitan dengan fasilitas tenda, terutama dari fasilitas toilet. Kemudian tenda yang ternyata tidak nyaman untuk para jemaah, di mana dipaksakan untuk jemaah berdempet-dempetan,” ujar Selly saat melakukan peninjauan di Mina, Makkah, Jumat (29/5/2026).
Selain masalah fasilitas, Selly menyoroti sistem distribusi makanan yang dinilai gagal. Ia mengungkapkan fakta adanya jemaah, termasuk kelompok lansia, yang harus menunggu hingga sembilan jam tanpa asupan makanan, sehingga kondisi fisik mereka menurun drastis.
Menanggapi situasi tersebut, Selly mendesak pihak syarikah yang bermitra dengan Kidana untuk segera memperbaiki kualitas layanan. Ia juga mengusulkan skema tanazul bagi jemaah berisiko tinggi agar tidak dipaksakan menginap di tenda Mina, melainkan diarahkan kembali ke hotel di Makkah.
“Kalau memang sekiranya ini menjadi masalah, kenapa jemaah tidak ditanazulkan saja sehingga tidak menjadi beban. Jangan sampai mereka terbebani, tidak mendapatkan makanan, sakit di dalam tenda, dan tidak mendapat fasilitas kesehatan yang layak,” tegasnya.
Di sisi lain, Selly memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas layanan haji secara umum di Makkah dan Madinah yang dinilai lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia menekankan bahwa area Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) harus menjadi fokus utama perbaikan di masa depan karena tingkat kesulitannya yang tinggi.
“Secara keseluruhan, untuk beberapa pelayanan di Makkah dan Madinah berjalan dengan relatif lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Tetapi memang kendalanya itu berada di Mina,” pungkas Selly.





















