Kinerja keuangan PT Indofarma Tbk yang terus merosot memicu evaluasi mendalam dari Danantara terkait kelangsungan operasional perusahaan. Dengan kondisi ekuitas negatif dan kapasitas bisnis yang terbatas, opsi likuidasi kini menjadi sinyal serius bagi emiten farmasi pelat merah tersebut.

Kinerja Indofarma Merosot, Danantara Beri Sinyal Likuidasi Perusahaan?
Danantara mempercepat perampingan struktur bisnis PT Brantas Abipraya dengan memangkas 29 anak usaha demi efisiensi operasional. Langkah strategis ini bertujuan mengembalikan fokus perusahaan sebagai kontraktor murni serta memperkuat fundamental keuangan di tengah tantangan utang BUMN Karya.

Danantara Pangkas 29 Anak Usaha Brantas Abipraya demi Efisiensi BUMN
IHSG melesat 1,03% ke level 6.663 pada sesi pertama perdagangan Kamis, didorong oleh penguatan sektor transportasi dan industri. Kinerja positif ini sejalan dengan tren reli di bursa Asia, dengan saham CPIN, PTBA, dan JPFA memimpin jajaran top gainers.

IHSG Menguat 1,03% ke 6.663, Saham CPIN hingga PTBA Memimpin
Nilai tukar rupiah tampil perkasa dengan menguat ke level Rp 17.728 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Kinerja impresif ini menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia di tengah sentimen pasar yang positif.

















