Prospek Bisnis CMRY Tetap Cerah di Semester II 2026
Agu. 25, 2026
Agu. 25, 2026
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) diproyeksikan mempertahankan pertumbuhan positif pada semester II 2026 berkat inovasi produk dan ekspansi pasar. Meski menghadapi tantangan biaya bahan baku, kinerja perseroan tetap solid dengan laba bersih yang tumbuh 17,88% pada semester pertama.
Agu. 9, 2026
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 17,88% menjadi Rp 1,2 triliun pada semester I-2026. Pertumbuhan impresif ini didorong oleh inovasi produk yang konsisten serta keberhasilan strategi ekspansi pasar ekspor ke berbagai negara.
Jul. 15, 2026
IHSG ditutup menguat tipis di tengah pasar yang cenderung stagnan. Simak analisis teknikal dan rekomendasi saham pilihan ADRO, CMRY, serta CPIN untuk menyusun strategi perdagangan Anda pada Rabu (15/7/2026).
Jul. 14, 2026
IHSG ditutup stagnan pada perdagangan Selasa, mendorong investor kembali mencermati potensi teknikal sejumlah emiten. Simak analisis dan rekomendasi trading untuk saham ADRO, CMRY, dan CPIN guna menentukan strategi investasi Anda pada perdagangan hari Rabu ini.
Amerika Serikat meluncurkan kampanye tekanan ekonomi berskala besar untuk mengisolasi Iran dari sistem keuangan global. Kebijakan ini memicu ketegangan diplomatik dan mengancam stabilitas ekonomi sejumlah negara mitra dagang utama seperti Tiongkok, Turki, hingga Irak.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk memperkuat kompetensi SDM nasional melalui program magang dan pendidikan vokasi. Inisiatif ini dirancang untuk membekali lulusan baru serta pekerja terdampak PHK agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri dan teknologi masa depan.

Dolar Australia diproyeksikan menjadi mata uang komoditas terkuat terhadap dolar AS hingga akhir tahun, didorong oleh tingginya harga emas dan batu bara serta kebijakan moneter hawkish dari RBA. Optimisme ini didukung oleh kinerja ekspor yang solid meski tetap mewaspadai risiko perlambatan ekonomi.

Premi risiko investasi Indonesia menurun seiring menguatnya rupiah dan turunnya yield SBN. Meski persepsi risiko membaik, investor disarankan tetap waspada dan melakukan diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian kebijakan suku bunga global serta dinamika ekonomi domestik.




