Laba Cimory (CMRY) Melonjak 17,88% Berkat Ekspansi Pasar Ekspor

persen

Laba Cimory (CMRY) Melonjak 17,88% Berkat Ekspansi Pasar Ekspor

Jakarta – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I-2026.

Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun hingga periode Juni 2026.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 17,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 993,87 miliar.

Sejalan dengan kenaikan laba bersih, laba per saham dasar perusahaan juga mengalami peningkatan.

Nilai laba per saham dasar naik dari Rp 125,24 menjadi Rp 147,65 per saham.

Dari sisi pendapatan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan yang lebih impresif.

Total pendapatan perseroan pada semester I-2026 mencapai Rp 6,50 triliun.

Pencapaian ini mencerminkan peningkatan sebesar 25,49% secara tahunan (year on year).

Corporate Secretary Cimory, Dinar Primasari, menyatakan bahwa performa positif ini ditopang oleh solidnya pertumbuhan di dua lini bisnis utama.

“Kinerja CMRY pada Semester I 2026 didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang solid di kedua segmen bisnis perusahaan yaitu segmen Dairy dan Consumer Foods,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan resmi perusahaan, Jumat (7/8/2026).

Segmen Dairy tercatat menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 54%.

Sementara itu, segmen Consumer Foods berhasil membukukan pertumbuhan sebesar 10% dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Dinar, keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi inovasi produk yang konsisten dilakukan sepanjang tahun 2026.

Perusahaan telah merilis berbagai varian baru seperti Kanzler Singles Sosis Tom Yum dan Kanzler Singles Sosis Keju Lumer.

Selain itu, perseroan meluncurkan produk Kanzler Nyaos Gochujang, Eatmilk Matcha, serta Squeeze Bites Kurma.

Perluasan saluran distribusi, termasuk merambah pasar ekspor, juga menjadi kunci utama peningkatan kinerja.

Produk Dairy milik perseroan kini telah menembus pasar Filipina, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Brunei, Timor Leste, hingga Maladewa.

Strategi pemasaran pun diperkuat dengan pengembangan fasilitas fisik untuk menjangkau konsumen secara langsung.

“Pada tahun 2026, CMRY juga mengembangkan Cimory Yogurt Cafe sebagai bagian dari strategi untuk memperluas touchpoint dan memperkuat brand engagement dengan konsumen,” jelas Dinar.

Peningkatan profitabilitas perusahaan turut didorong oleh disiplin pengelolaan biaya serta efisiensi operasional yang ketat.

Menatap paruh kedua tahun 2026, manajemen CMRY optimistis terhadap prospek pertumbuhan bisnis.

Optimisme tersebut didasarkan pada tingginya permintaan produk makanan dan minuman bernutrisi di pasar.

Meski demikian, perusahaan tetap mewaspadai dinamika ekonomi makro yang dapat memengaruhi operasional.

“Namun, perseroan tetap mencermati tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku, nilai tukar, daya beli masyarakat, dan perkembangan ekonomi global,” pungkas Dinar.

Ke depan, CMRY berkomitmen mempertahankan keberlanjutan bisnis melalui fokus pada inovasi produk dan penguatan distribusi secara berkelanjutan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar