Harga emas dunia saat ini mengalami koreksi teknikal akibat aksi profit taking, namun para analis menilai hal tersebut hanyalah fase sementara. Tren jangka panjang masih terjaga dengan proyeksi harga berpotensi kembali menguat di rentang US$ 4.300 hingga US$ 5.000 per ons troi hingga akhir 2026.

Koreksi Harga Emas Bersifat Sementara, Simak Prospeknya Hingga Akhir 2026
IHSG menguat 0,15% ke level 6.130 pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (30/9/2026). Penguatan indeks didorong oleh kinerja positif sektor industri serta kenaikan saham-saham seperti UNTR, HRTA, dan DEWA di tengah dinamika pasar obligasi global.

IHSG Sesi I Menguat ke 6.130, Saham UNTR hingga DEWA Memimpin
Kebijakan baru ESDM mewajibkan emiten tambang beralih ke kontraktor independen, membatasi penggunaan entitas afiliasi kecuali mendapat izin khusus. Aturan ini berpotensi menekan efisiensi operasional emiten besar, sekaligus membuka peluang pasar bagi perusahaan jasa pertambangan independen.

Aturan Baru ESDM Batasi Kontraktor Afiliasi, Cermati Emiten Terdampak
IHSG mengawali perdagangan dengan penguatan 0,23 persen ke level 6.136,02, didorong oleh performa positif saham UNTR dan HRTA. Meski dibayangi sentimen pasar obligasi global dan fluktuasi harga minyak, pasar tetap menunjukkan ketahanan di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi.

















