Wall Street Menguat Berkat

persen

New York – Wall Street ditutup menguat hingga mendekati rekor tertinggi pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Optimisme investor terhadap prospek sektor kecerdasan buatan (AI) menjadi motor utama yang berhasil meredam kekhawatiran pasar atas ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan kenaikan 1,12 persen ke level 26.639,85. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,71 persen ke posisi 7.526,81 dan Dow Jones Industrial Average naik 0,15 persen menjadi 50.653,46. Sejumlah indeks utama bahkan sempat menyentuh rekor intraday tertinggi selama sesi perdagangan berlangsung.

Saham-saham semikonduktor menjadi penggerak utama bursa berkat lonjakan permintaan teknologi AI. Saham Micron Technology melesat tajam 13,3 persen, disusul Marvell Technology yang naik 7,4 persen. Penguatan juga dialami Intel dan Qualcomm yang masing-masing menguat 1,6 persen, membawa indeks semikonduktor Philadelphia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Di tengah reli saham, pasar tetap mencermati perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran pasca serangan militer. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memberikan sinyal positif bahwa kesepakatan diplomatik kemungkinan besar tercapai dalam waktu dekat. Di sisi lain, Teheran dilaporkan sedang mengupayakan pencairan dana sebesar US$ 24 miliar yang dibekukan di luar negeri.

Harga minyak Brent sempat merangkak naik 2,7 persen akibat ketidakpastian di Selat Hormuz, namun posisinya masih bertahan di bawah level US$ 100 per barel. Chief Market Strategist B Riley Wealth, Art Hogan, menilai pasar saat ini berada dalam fase optimisme yang berhati-hati terhadap dampak inflasi energi.

Selain sektor teknologi, saham perusahaan antariksa turut mencatatkan lonjakan signifikan. Saham Intuitive Machines naik 16 persen, sementara Planet Labs dan Rocket Lab masing-masing menguat 13,5 persen dan 5 persen.

Sentimen positif pasar juga didorong oleh musim laporan keuangan kuartal I-2026 yang melampaui ekspektasi. Berdasarkan data LSEG, pertumbuhan laba perusahaan mencapai 29 persen secara tahunan, jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal sebesar 16,1 persen.

Terkait kebijakan moneter, Kevin Warsh kini telah resmi menjabat sebagai Ketua Federal Reserve. Meski ada kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak, pelaku pasar memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga sepanjang tahun ini dengan peluang kenaikan sebesar 25 basis poin pada Desember 2026.

Rekomendasi