Warren Buffett Genjot Investasi Kontroversial, Borong 5 Saham Baru!

persen

Global – Konglomerat investasi Warren Buffett, Berkshire Hathaway, baru saja mengejutkan pasar dengan pengumuman penambahan lima saham baru ke portofolio raksasanya. Salah satu investasi paling mencolok adalah pada sebuah perusahaan yang sedang diselidiki Departemen Kehakiman AS, menyoroti strategi ikonik Buffett yang ‘serakah saat orang lain takut’.

Pembelian saham UnitedHealth Group (UNH) menjadi sorotan utama. Berkshire kini memiliki 5 juta lembar saham UNH senilai sekitar $1,55 juta. Akuisisi ini dilakukan secara diam-diam sejak kuartal terakhir 2024, sebuah strategi untuk menghindari lonjakan harga saham.

UNH tengah menghadapi investigasi serius dari Departemen Kehakiman AS terkait dugaan penipuan Medicare, yang berimbas pada penurunan pendapatan perusahaan sepanjang tahun 2025. Namun, hal ini justru dilihat sebagai peluang emas oleh sang ‘Oracle of Omaha’.

David Kass, seorang profesor keuangan di University of Maryland, menjelaskan, “UnitedHealth Group saat ini dijual dengan diskon 50 persen dari harga puncaknya. Meskipun kontroversi dapat memicu denda besar, UNH diprediksi akan bertahan dan kembali mendominasi industrinya.”

Senada, CEO First Information Vince Stanzione menambahkan, “Berkshire membeli saham yang tidak populer seperti UNH, melihat nilai setelah penurunan hampir 50 persen. Ini sejalan dengan prinsip Buffett, ‘Be greedy when others are fearful‘.”

Selain UNH, empat saham lain yang ditambahkan ke portofolio Berkshire Hathaway menunjukkan fokus pada profitabilitas dan prospek pertumbuhan solid:

1. Allegion
Berkshire Hathaway mengakuisisi 780.000 saham perusahaan produk keamanan ini senilai total sekitar $107 juta. Menurut David Kass, Allegion sangat menarik dengan margin kotor mencapai 45 persen dan return on equity (ROE) 39 persen, menjanjikan pertumbuhan yang stabil.

2. D.R. Horton
Pengembang rumah terbesar di AS ini kembali masuk portofolio Berkshire dengan 1,5 juta saham senilai $203 juta. Sebelumnya, Berkshire pernah memiliki 6 juta saham pada 2023. Kass memuji langkah ini berkat margin kotor Horton sebesar 25 persen dan ROE 16 persen. Namun, David Materazzi, CEO Galileo FX, mengingatkan risiko pasar properti. “Permintaan rumah sangat bergantung pada suku bunga hipotek. Saat dana ketat, pembeli menghilang, inventaris menumpuk dan modal tersedot,” jelasnya.

3. Lamar Advertising
Perusahaan periklanan global ini dibeli Berkshire Hathaway sebanyak 1,2 juta saham, dengan nilai sekitar $138 juta. David Kass menyoroti daya tariknya dengan ROE 42 persen dan margin kotor luar biasa, mencapai 82 persen, menegaskan posisinya sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan.

4. Nucor
Produsen baja terbesar dan pendaur ulang utama di AS ini menarik perhatian Berkshire. Sebagian besar produksinya di AS memungkinkannya memanfaatkan tarif impor baja asing. Materazzi mengakui keunggulan Nucor dalam menghadapi pesaing lemah saat harga jatuh, namun juga mengingatkan bahwa “baja adalah komoditas; harga global yang menentukan, saham ikut bergerak.”

Langkah Berkshire Hathaway dalam mengakumulasi saham-saham strategis ini, mulai dari UnitedHealth yang kontroversial hingga Allegion, Lamar Advertising, D.R. Horton, dan Nucor, secara jelas menunjukkan pendekatan investasi jangka panjang yang cermat. Strategi ini tidak hanya merefleksikan keahlian Warren Buffett dalam memilih investasi bernilai, tetapi juga memberikan gambaran peluang bagi investor lain untuk memahami momentum saham-saham berkualitas tinggi dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.

Rekomendasi