10 Unitlink Pendapatan Tetap Dolar AS dengan Imbal Hasil Tertinggi

persen

Jakarta – Produk unitlink pendapatan tetap berbasis Dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan kinerja yang bervariasi hingga April 2026. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), sejumlah produk mencatatkan imbal hasil positif, meski ada pula yang membukukan hasil negatif akibat kondisi pasar obligasi.

Produk Star Investama Fixed Income Dollar milik PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife) menduduki posisi puncak dengan mencatatkan imbal hasil sebesar 3,03%. Menyusul di posisi kedua, produk Q-Investa Fixed Income Dollar dari perusahaan yang sama meraih return 2,87%.

Posisi ketiga ditempati Star Premium Fixed Income Dollar (Starlife) dengan imbal hasil 2,83%, diikuti Star Investama Fixed Income Dollar Plus (Starlife) sebesar 2,32%. Sementara itu, SiJi Fixed Income Fund Dollar milik PT Asuransi Simas Jiwa berada di urutan kelima dengan return 1,79%.

Melengkapi daftar 10 besar, produk High Yield Income Fund dari PT Sun Life Financial Indonesia mencatatkan return 1,48% di posisi keenam. Selanjutnya, Q-Investa Fixed Income Dollar Plus (Starlife) sebesar 1,32%, SiJi Fixed Fund Dollar (Simas Jiwa) 1,11%, Simas Jiwa Fund Dollar (Simas Jiwa) 0,96%, serta Simas Stabile Dollar Fund milik PT MSIG Life Insurance Indonesia sebesar 0,46%.

Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menjelaskan bahwa keragaman kinerja unitlink ini dipengaruhi oleh penempatan aset pada obligasi negara berdenominasi US$. Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan turut menekan harga obligasi tersebut.

“Dengan kenaikan suku bunga acuan, harganya terkoreksi,” ujar Wawan. Kondisi pasar yang fluktuatif ini menjadi faktor utama yang membedakan capaian return antarproduk unitlink berbasis mata uang asing tersebut.

Rekomendasi