Madinah – Sebanyak 393 jemaah haji kloter gabungan Sumbar-Bengkulu resmi diberangkatkan menuju Madinah, seiring penguatan layanan haji Indonesia di Arab Saudi menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.
Kementerian Haji dan Umrah menyebut layanan bagi jemaah Indonesia secara umum berjalan lancar dan terkendali hingga hari ke-19 operasional haji. Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah tiba di Arab Saudi dari Tanah Air.
Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah juga terus berlangsung bertahap. Sebanyak 165 kloter yang berisi 63.822 jemaah dan 660 petugas sudah berada di Makkah untuk menunaikan umrah wajib dan bersiap menghadapi puncak haji.
Selain itu, gelombang kedua kedatangan melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, juga terus bertambah. Tercatat 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas telah mendarat. Di luar itu, 2.958 jemaah haji khusus juga sudah berada di Arab Saudi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah memperkuat layanan secara menyeluruh agar jemaah dapat beribadah dengan tenang. Menurut dia, prioritas utama kementerian adalah memastikan jemaah Indonesia mendapat pelayanan terbaik selama di Arab Saudi.
“Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi, mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi yang terjaga, transportasi yang tertib, hingga layanan kesehatan yang responsif. Dengan demikian, jemaah dapat beribadah dengan tenang dan fokus menghadapi puncak haji,” ujar Ichsan, dikutip dari situs resmi Kementerian Haji dan Umrah, Minggu 10 Mei 2026.
Dari sisi akomodasi, PPIH Daerah Kerja Madinah telah melayani 267 kloter dengan total 104.796 jemaah yang menempati 94 hotel. Sementara itu, PPIH Daerah Kerja Makkah melayani 165 kloter dengan total 63.822 jemaah yang tersebar di 180 hotel.
Pada layanan konsumsi, sebanyak 2.782.118 boks makanan telah dibagikan kepada jemaah Indonesia. Jumlah itu terdiri atas 2.129.003 boks di Madinah dan 653.115 boks di Makkah.
Layanan Bus Shalawat di Makkah juga masih beroperasi dengan 17 rute dan total 969 trip. Armada ini melayani mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram, lalu kembali ke hotel.
“Layanan transportasi, khususnya Bus Shalawat, menjadi salah satu layanan vital karena mendukung mobilitas harian jemaah. Kami terus mengingatkan jemaah agar tertib, mengenali rute bus, dan selalu mengikuti arahan petugas,” kata Ichsan.
Di sisi kesehatan, hingga kini 170 jemaah tercatat dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 352 jemaah ke Rumah Sakit Arab Saudi, dan 77 jemaah masih menjalani perawatan. Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi tubuh di tengah suhu Madinah dan Makkah yang berada pada kisaran 38 hingga 42 derajat Celsius.
“Jemaah kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji,” tegas Ichsan.
Kementerian Haji dan Umrah juga mencatat hingga 8 Mei 2026 sebanyak 20 jemaah wafat di Arab Saudi. Kemenhaj menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan seluruh hak layanan jemaah wafat dipenuhi sesuai prosedur.
Selain itu, kementerian mengapresiasi para petugas haji Indonesia yang terus bekerja siang dan malam melayani jemaah. Ichsan menegaskan, pelayanan ramah bagi lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan.
“Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen pelayanan yang terus kami wujudkan di lapangan,” tutup Ichsan.





















