Jakarta – Setelah menemani generasi 90-an hingga kini, beredar kabar serial animasi Jepang, Doraemon, berhenti tayang di stasiun televisi RCTI. Sinyalemen ini muncul setelah netizen mendapati kartun robot kucing itu tak lagi muncul dalam jadwal tayang.
Spekulasi ini ramai diperbincangkan setelah nama Doraemon tak tercantum dalam daftar program RCTI mulai 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 di laman RCTI+.
Meski demikian, pantauan pada Senin (5/1) menunjukkan Doraemon masih tayang di MNC Vision, tepatnya di saluran RCTI 80. Sementara itu, saluran RCTI 430 tidak menayangkan serial tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RCTI belum memberikan keterangan resmi terkait kabar ini. Upaya konfirmasi melalui tim program dan email resmi belum mendapat respons.
Kabar ini sontak memicu reaksi warganet. Kolom komentar di akun Instagram RCTI dibanjiri pertanyaan dan komentar terkait kelanjutan Doraemon.
Doraemon telah menjadi bagian dari sejarah pertelevisian Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Mengudara sejak tahun 1990, serial ini menemani anak-anak Indonesia setiap Minggu pagi.
Doraemon sendiri adalah manga karya Fujiko F. Fujio yang lahir pada akhir 1960-an. Kisahnya berpusat pada robot kucing dari abad ke-22 yang kembali ke masa lalu untuk membantu Nobita Nobi.
Anime Doraemon pertama kali diproduksi pada 1973, namun versi yang populer adalah produksi kedua pada 1979 oleh Shin-Ei Animation. Studio ini juga dikenal dengan anime populer lainnya, seperti Crayon Shin-chan.
Versi 1979 tayang hingga 25 Maret 2005 dengan total 1.787 episode. Kemudian, Shin-Ei Animation kembali memproduksi seri Doraemon terbaru yang mulai tayang pada 15 April 2005.

























