Jakarta – Sektor riil dan fundamental ekonomi nasional menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan pasar modal di tengah fluktuasi sentimen global. Sinergi antara penguatan kinerja perusahaan pelat merah dan dorongan pada sektor perumahan dinilai krusial untuk mempertahankan kepercayaan investor jangka panjang.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa fundamental perusahaan BUMN di sektor strategis seperti perbankan, pertambangan, hingga infrastruktur saat ini dalam kondisi yang sangat solid. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama bagi investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
“Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara,” ujar Dony dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/6).
Dony menambahkan, aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback yang dilakukan BUMN merupakan langkah bisnis yang wajar. Menurutnya, keputusan tersebut diambil ketika manajemen menilai harga saham di pasar belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya.
“Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri,” jelasnya.
Di sisi lain, penguatan ekonomi nasional juga memerlukan dukungan kuat dari sektor riil. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, menyoroti pentingnya industri perumahan sebagai penggerak ekonomi yang memiliki efek berganda (multiplier effect) besar.
Nixon menekankan bahwa pelaku industri tidak boleh pasif dalam menghadapi tantangan pasar. BTN berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pembiayaan guna menciptakan permintaan hunian yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah,” pungkas Nixon.



















