Padang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengumpulkan seluruh kepala daerah se-Sumatra Barat (Sumbar) pada Selasa (13/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Auditorium Gubernur Sumbar itu membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Mendagri Tito Karnavian memastikan pemerintah pusat terus memobilisasi sumber daya nasional untuk penanganan dampak bencana di Sumbar.
“Mobilisasi ini melibatkan TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta seluruh unsur pemerintah daerah,” tulis Mendagri melalui akun Instagramnya, Rabu (14/1/2026).
Dari data awal, 16 dari 19 kabupaten/kota di Sumbar terdampak bencana.
Namun, berdasarkan hasil rapat dan pemantauan, kondisi pemerintahan kabupaten/kota di Sumbar secara umum telah kembali berjalan.
“Karena itu, saya mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumbar termasuk pihak terkait yang dinilai cepat melakukan pemulihan,” ujar Tito.
Dalam rapat tersebut, Mendagri kembali memastikan berbagai indikator pemulihan.
Indikator tersebut meliputi jalannya pemerintahan, layanan publik dasar, akses jalan, aktivitas ekonomi, hingga ketersediaan kebutuhan vital masyarakat.
Kebutuhan vital itu seperti bahan bakar minyak (BBM), listrik, air bersih, internet, dan gas LPG.
“Masukan detail dari daerah menjadi sangat krusial agar pemerintah pusat dapat bergerak tepat sasaran,” ucap Tito.
Mendagri juga mengidentifikasi sejumlah kabupaten/kota di Sumbar yang masih membutuhkan perhatian lebih dalam percepatan pemulihan.
Wilayah tersebut di antaranya Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, dan Pesisir Selatan.
“Masukan dari kepala daerah di wilayah tersebut akan menjadi pembahasan dalam rapat satgas di tingkat nasional,” pungkas Tito.




















