Jakarta – Perum Bulog Kantor Wilayah Jakarta dan Banten memastikan pasokan minyak goreng Minyakita di pasar tradisional tetap aman dan dijual sesuai harga eceran tertinggi. Kepastian itu disampaikan setelah Bulog bersama sejumlah instansi melakukan pemantauan langsung ke pedagang di pasar.
Bulog Kanwil DKI Jakarta-Banten bersinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta serta Perumda Pasar Jaya untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar dan merata. Langkah itu dilakukan agar masyarakat tetap mudah memperoleh minyak goreng kemasan sederhana tersebut.
“Kami memastikan bahwa Minyakita tersedia dan dijual dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat. Saat ini harga terpantau sesuai HET di harga Rp15.700 per liter,” kata Kepala Bulog Wilayah DKI Jakarta dan Banten, Taufan Akib, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4).
Taufan mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Minggu dan Pasar Grogol, Jakarta, pada Selasa (14/4). Dari hasil pengecekan itu, ia menegaskan stok Minyakita masih dalam kondisi cukup.
“Stok Minyakita dalam kondisi cukup dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di pasar tradisional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, permintaan Minyakita meningkat seiring pergeseran pola konsumsi masyarakat dari minyak curah ke minyak kemasan sederhana. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Bulog memperluas distribusi Minyakita ke pasar-pasar tradisional.
“Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten secara luas mendistribusikan Minyakita ke pasar-pasar tradisional agar dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat,” kata Taufan.
Selain itu, Bulog Kanwil Jakarta dan Banten juga mengusulkan penambahan pasokan Minyakita sebagai langkah antisipatif. Hingga kini, Bulog telah menyalurkan 7.348 ribu liter minyak goreng.
“Di mana sebanyak 4.189 liter disalurkan di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan sisanya sebanyak 3.159 liter disalurkan di Provinsi Banten,” ujarnya.
Taufan menambahkan, perluasan distribusi dilakukan secara masif agar kebutuhan Minyakita di wilayah DKI Jakarta dan Banten tetap terpenuhi.






















