Malaysia Susul RI Incar Pasokan Minyak Rusia

persen

susul-ri,-malaysia-gabung-dalam-barisan-negara-“pemburu”-minyak-rusia
Susul RI, Malaysia Gabung Dalam Barisan Negara “Pemburu” Minyak Rusia

Jakarta – Malaysia ikut masuk dalam daftar negara Asia Tenggara yang memburu pasokan minyak dari Rusia di tengah krisis energi. Langkah itu menyusul Indonesia, Filipina, dan Vietnam yang lebih dulu menempuh jalur serupa untuk menjaga keamanan pasokan domestik.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan perusahaan minyak nasional Petronas sedang bersiap bernegosiasi dengan Rusia untuk membeli minyak. Menurut dia, upaya itu diperlukan agar kebutuhan energi dalam negeri tetap terjaga.

Anwar menilai situasi saat ini justru membuat sejumlah negara Barat yang sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada Rusia kini ikut berebut membeli minyak dari negara tersebut.

“Untungnya, hubungan kita dengan Rusia tetap baik. Oleh karena itu, tim Petronas dapat bernegosiasi dengan mereka,” kata Anwar, seperti dikutip Sinar Harian.

Anwar juga menuturkan, upaya diplomatik yang dilakukan pemerintah Malaysia sejak awal membantu memastikan kapal tanker minyak negaranya menjadi salah satu yang pertama melewati jalur penting di Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir. Menurut dia, langkah itu mencegah gangguan besar pada rantai pasokan energi Malaysia.

“Alhamdulillah, satu kapal tanker minyak Petronas tiba dengan selamat di Kompleks Terintegrasi Pengerang pada Jumat (17/4). Pengiriman ke Pengerang sangat krusial karena proses pemurnian hanya bisa dilakukan di sana,” ujarnya, dikutip Free Malaysia Today.

Petronas sebelumnya menyebut pasokan bahan bakar di seluruh stasiun pengisian bahan bakar di Malaysia aman hingga akhir Juni. Proyeksi itu lebih panjang satu bulan dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia, Filipina, dan Vietnam juga telah bergerak untuk mengamankan pasokan minyak Rusia. Indonesia, misalnya, telah memperkuat hubungan energi dengan Moskow lewat pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Moskow pada Senin (13/4).

Pertemuan itu menghasilkan kesepahaman kerja sama jangka panjang di sektor energi dan sumber daya mineral, termasuk minyak dan gas, keamanan energi, serta hilirisasi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan impor minyak mentah dari Rusia akan segera dijalankan. Ia menyebut pengiriman dari Moskow ke Indonesia berpeluang dilakukan pada April 2026.

“Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa jalan (bisa dikirim) insyaallah,” kata Bahlil.

Sementara itu, Filipina meminta Amerika Serikat memperpanjang dispensasi pembelian minyak dan produk minyak dari Rusia. Negara itu juga tengah melirik pemasok dari Amerika Selatan dan Amerika Utara setelah bulan lalu menetapkan status darurat energi nasional.

Adapun Vietnam juga memperkuat kerja sama dengan Rusia. Perdana Menteri Pham Minh Chinh dilaporkan melakukan kunjungan resmi ke Moskow pada akhir Maret untuk menandatangani sejumlah perjanjian, termasuk kerja sama minyak dan gas.

Rekomendasi