Agam – Pemerintah Kabupaten Agam mengintegrasikan program Nagari Creative Hub (NCH) dengan gerakan lokal “Bangkik dari Surau” untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital berbasis masjid.
Inovasi yang disebut Nagari Creative Hub Berbasis Masjid (NCHBM) ini menjadikan rumah ibadah sebagai pusat kreativitas dan pengembangan potensi anak muda.
Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan bahwa masjid kini bertransformasi menjadi ruang belajar sekaligus wadah kolaborasi masyarakat.
“Masjid kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang berkumpul, belajar, dan mengembangkan potensi anak muda,” kata Benni.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memperkuat pemasaran daring produk lokal.
“Saat generasi muda berkumpul, kreativitas akan tumbuh dan ekonomi nagari dapat bergerak,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, sebagai lokasi percontohan NCH tingkat provinsi untuk Kabupaten Agam.
Fasilitas di lokasi tersebut nantinya akan didukung penuh dengan jaringan internet berkecepatan tinggi mencapai 300 Mbps.
Kepala DPMD Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, menjelaskan bahwa infrastruktur digital ini disiapkan untuk mempermudah akses masyarakat dalam berkreasi.
“Masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital ini untuk belajar, berkreasi, hingga memasarkan produk lokal,” ujar Yozarwardi.
Sosialisasi program yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Agam pada Senin (29/6) ini turut menghadirkan narasumber dari Bappeda Sumbar, Hendrick Kasmadiharja, dan konten kreator Ajo Wayoik.
Para narasumber mendorong generasi muda untuk lebih percaya diri dalam mempromosikan identitas daerah, seni, budaya, serta produk unggulan Kabupaten Agam ke pasar yang lebih luas.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat Pemkab Agam, termasuk Asisten I Yunilson, Asisten III Syatria, serta sejumlah kepala OPD dan perangkat nagari terkait.





















