PT CGI Hadirkan Cendekia Proteksi Perkuat Layanan Asuransi Syariah

persen

Jajaran pimpinan PT Cendekia Global Indonesia yang terdiri dari (kiri-kanan) Komisaris Yovandra, Komisaris Utama Khairunnisa Nabila, dan Direktur Intan Nabila Khaira. Ketiganya bersiap membawa Cendekia Proteksi menjadi ekosistem layanan asuransi syariah terpadu di Indonesia. Foto : Istimewa
Jajaran pimpinan PT Cendekia Global Indonesia yang terdiri dari (kiri-kanan) Komisaris Yovandra, Komisaris Utama Khairunnisa Nabila, dan Direktur Intan Nabila Khaira. Ketiganya bersiap membawa Cendekia Proteksi menjadi ekosistem layanan asuransi syariah terpadu di Indonesia. Foto : Istimewa

Jakarta – PT Cendekia Global Indonesia (CGI) mulai melebarkan sayap bisnisnya dengan membangun ekosistem layanan korporasi terpadu. Langkah strategis ini diawali dengan peluncuran unit asuransi syariah, Cendekia Proteksi, yang resmi beroperasi pada Senin (25/5/2026).

Perusahaan ini menargetkan transformasi layanan bisnis melalui diversifikasi usaha. Setelah merambah sektor asuransi, CGI dijadwalkan akan meluncurkan divisi layanan konsultasi IT dan digital pada kuartal ketiga tahun ini.

Direktur PT CGI, Intan Nabila Khaira, menjelaskan bahwa kehadiran Cendekia Proteksi bukan sekadar menjual polis, melainkan menawarkan solusi manajemen risiko berbasis syariah. Pihaknya mengedepankan pendekatan konsultatif untuk memastikan nasabah mendapatkan perlindungan yang tepat sesuai kebutuhan aset dan bisnis mereka.

“Kami ingin mengubah cara orang berinteraksi dengan asuransi. Karena tim kami diisi oleh para pakar, pendekatan kami bukan sekadar jualan produk. Kami membedah dulu risikonya, baru meracik solusinya,” ujar Intan.

Untuk mendukung operasionalnya, Cendekia Proteksi menggandeng sejumlah perusahaan asuransi besar sebagai mitra strategis, seperti Zurich Syariah, Raksa, Chubb, dan Sompo Insurance. Portofolio produk yang ditawarkan pun cukup luas, mulai dari asuransi kendaraan, properti, hingga perlindungan alat berat.

Di sisi lain, ekspansi ke sektor teknologi informasi dilakukan menyusul keberhasilan perusahaan dalam membangun infrastruktur digital internal. Sistem yang sebelumnya digunakan untuk mempermudah akses informasi dan klaim nasabah tersebut kini akan dikomersialkan sebagai layanan konsultasi bagi publik.

Technology & Digital Support PT CGI, Raihan Al Karim, mengungkapkan bahwa sistem yang mereka bangun telah teruji efektivitasnya. “Karena teknologi buatan in-house ini sudah sangat teruji, kami siap membawanya ke publik lewat layanan konsultasi IT di Q3 nanti,” tutur Raihan.

Ke depan, PT CGI telah menyusun peta jalan bisnis yang agresif. Perusahaan berencana merambah berbagai lini usaha pendukung operasional bisnis lainnya, seperti agensi humas (PR), layanan pengembangan sumber daya manusia, hingga penyedia dukungan layanan pelanggan. Diversifikasi ini dilakukan guna memposisikan CGI sebagai mitra utama bagi kebutuhan operasional klien di masa depan.

Rekomendasi