Wall Street Terbelah: Micron Melaju Kencang, Saham Teknologi Tertekan

persen

New York – Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) akibat tekanan jual yang melanda saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Meskipun terdapat sentimen positif dari proyeksi bisnis yang solid oleh perusahaan semikonduktor, aksi ambil untung oleh investor berhasil menekan laju indeks, terutama pada sektor teknologi yang sempat menguat di awal sesi perdagangan.

Kekhawatiran pelaku pasar dipicu oleh besarnya biaya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang dikeluarkan oleh perusahaan teknologi besar atau hyperscaler. Selain itu, sentimen negatif juga datang dari spekulasi mengenai potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed, guna meredam inflasi yang masih berada di level tinggi.

Saham Apple mencatatkan koreksi signifikan sebesar 4,8 persen. Tekanan serupa juga menimpa raksasa teknologi lainnya seperti Nvidia, Microsoft, dan Alphabet, yang masing-masing mengalami penurunan berkisar antara 1,5 persen hingga 2,7 persen. Sektor perangkat lunak pun tidak luput dari sentimen negatif, dengan saham Atlassian merosot 4,1 persen dan Applovin anjlok 9,3 persen.

Berbanding terbalik dengan penurunan sektor teknologi, saham Micron Technology melonjak sekitar 10 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi optimis terkait permintaan chip memori untuk kebutuhan AI. Lonjakan ini membawa kapitalisasi pasar Micron melampaui Meta Platforms dan Tesla. Penguatan serupa juga dinikmati oleh Qualcomm yang naik 3 persen, serta produsen chip memori lainnya seperti Sandisk yang melesat 10 persen, sementara Western Digital dan Seagate Technology masing-masing menguat lebih dari 2 persen.

Data ekonomi makro Amerika Serikat menunjukkan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 4,1 persen secara tahunan pada Mei, sesuai dengan ekspektasi pasar. Sementara itu, pertumbuhan PDB AS kuartal I-2026 direvisi naik menjadi 2,1 persen dari estimasi awal 1,6 persen. Senior Equity Strategist dari Generali Investments, Michele Morganti, menyatakan bahwa meskipun inflasi berpotensi menurun secara bertahap, risiko kenaikan suku bunga tetap terbuka tahun ini. Namun, pasar saham AS dinilai masih memiliki ketahanan yang cukup untuk menyerap dampak dari kebijakan moneter yang lebih ketat.

Secara sektoral, dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, delapan sektor berhasil mencatat kenaikan, dengan sektor industri memimpin penguatan sebesar 2 persen. Di sisi lain, indeks Philadelphia Semiconductor menguat 0,7 persen. Secara keseluruhan, Dow Jones Industrial Average tercatat naik 205,53 poin atau 0,40 persen ke level 52.054,43. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,38 persen menjadi 7.330,11 dan Nasdaq Composite melemah 1,20 persen ke posisi 25.171,14.

Di luar sektor teknologi, saham Bio-Techne mencatatkan lonjakan drastis sebesar 19,3 persen. Hal ini dipicu oleh kesepakatan akuisisi senilai 11,3 miliar dolar AS oleh perusahaan farmasi asal Jerman, Merck KGaA. Investor kini tengah menanti pernyataan dari pejabat The Fed untuk mendapatkan sinyal lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

Rekomendasi