Jakarta – Mengatur ulang strategi keuangan menjadi langkah krusial bagi masyarakat pasca libur panjang Iduladha. Mengingat jarak waktu menuju gajian berikutnya masih cukup jauh, para perencana keuangan menekankan pentingnya disiplin dalam mengelola sisa dana agar kondisi finansial tetap stabil.
Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari Asad, menyarankan masyarakat untuk segera melakukan audit pengeluaran setelah liburan. Langkah ini bertujuan menyesuaikan sisa anggaran dengan kebutuhan pokok hingga akhir bulan.
“Kalau kemarin habis buat liburan, kurangi budget jajan atau senang-senang bulan ini. Jangan lupa tetap nabung dan investasi,” ujar Tejasari. Ia menegaskan bahwa pembayaran kewajiban seperti cicilan harus tetap menjadi prioritas utama.
Senada dengan hal tersebut, perencana keuangan Andy Nugroho menekankan pentingnya menyusun skala prioritas. Menurutnya, pengeluaran wajib seperti tagihan listrik, air, KPR, hingga biaya pendidikan anak tidak boleh dikompromikan.
“Apapun itu yang bersifat kewajiban buat kita itu harus menjadi prioritas pertama,” tegas Andy. Ia menambahkan, pos pengeluaran hiburan seperti nongkrong atau menonton bioskop menjadi sektor yang paling realistis untuk dipangkas sementara waktu.
Meski harus berhemat, Andy mengingatkan agar masyarakat tetap realistis dan tidak menyiksa diri. Penghematan yang ekstrem, seperti memaksakan diri berjalan kaki terlalu jauh ke kantor demi irit ongkos, justru dinilai tidak efisien karena menguras tenaga dan waktu.
Strategi lain yang bisa diterapkan adalah memanfaatkan stok daging kurban. Tejasari menyarankan daging tersebut diolah dengan campuran bahan lain agar porsinya lebih banyak dan bisa dikonsumsi untuk beberapa kali makan, sehingga menekan biaya belanja dapur.
Namun, Andy mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan aspek kejenuhan dalam mengonsumsi menu yang sama secara terus-menerus.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Andy menyarankan masyarakat mulai menabung khusus untuk libur Iduladha tahun depan. Mengingat waktu libur yang sudah bisa diprediksi, persiapan keuangan yang matang sejak jauh hari akan mencegah pembengkakan pengeluaran yang tidak terencana di masa depan.






















