GAZA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk memperluas kendali mereka di Jalur Gaza hingga mencapai 70 persen wilayah. Instruksi tersebut mempertegas upaya Israel dalam mengonsolidasikan kekuasaan di kantong Palestina yang kini telah dilanda perang berkepanjangan.
Dalam rekaman yang disiarkan Channel 12 pada Kamis (28/5), Netanyahu menyatakan bahwa saat ini pasukannya telah menguasai 60 persen wilayah Gaza. Ia menegaskan target 70 persen merupakan langkah awal dalam strategi yang akan dijalankan secara bertahap.
Menanggapi desakan publik untuk mengambil alih seluruh wilayah Gaza, Netanyahu memilih untuk tidak membantahnya. “Kita akan bertindak secara bertahap. Pertama 70 persen, kita mulai dari situ,” tegasnya.
Kebijakan ini memicu keresahan mendalam bagi warga Gaza yang sudah terdesak di wilayah sempit. Mohammed al-Shagra, seorang warga Khan Younis berusia 72 tahun, mengungkapkan keputusasaannya atas ruang gerak yang semakin terbatas. “Ke mana kami akan pergi? Ke laut? Tidak ada ruang,” ujarnya.
Pihak Hamas mengecam keras pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang mengarah pada pembersihan etnis serta pengusiran paksa warga Palestina. Ismail al-Thawabta, Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, menyatakan bahwa upaya untuk memaksakan realitas pendudukan baru adalah tindakan yang tidak sah.
Data lapangan menunjukkan bahwa militer Israel telah memperluas pengaruhnya secara signifikan. Sebelumnya, pada Maret, tentara Israel diketahui telah menguasai sekitar 64 persen wilayah Gaza, melampaui batas yang disepakati dalam gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober 2025.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata telah tercapai di bawah pengawasan Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump, ketegangan di lapangan tetap tinggi. Hingga saat ini, serangan udara Israel terus berlanjut, dengan insiden terbaru pada Kamis (28/5) menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk empat anak.
Sejak gencatan senjata diberlakukan, tercatat lebih dari 900 warga Palestina tewas akibat operasi militer Israel di Gaza. Di sisi lain, konflik ini juga telah merenggut nyawa empat tentara Israel akibat serangan balasan dari militer Palestina.
























