Paris – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan kerja sama di sektor pertahanan, energi bersih, hingga percepatan perjanjian dagang antara Indonesia dan Uni Eropa.
Dalam pernyataan pers bersama, Prabowo dan Macron menegaskan kesamaan pandangan mengenai pentingnya stabilitas global. Kedua pemimpin negara tersebut secara tegas menyerukan terciptanya perdamaian di Timur Tengah serta mendukung implementasi solusi dua negara sebagai jalan utama penyelesaian konflik Palestina dan Israel.
Prabowo menekankan bahwa Indonesia memandang keadilan bagi Palestina merupakan kunci utama dalam menciptakan perdamaian kawasan. Ia pun memberikan apresiasi kepada Prancis yang dinilai aktif mendorong negara-negara Eropa dan Barat untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
Selain isu geopolitik, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kolaborasi ekonomi guna memicu investasi. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembentukan France-Indonesia Business High Level Council. Prabowo menyatakan kegembiraannya atas partisipasi aktif perusahaan-perusahaan asal Prancis dalam perekonomian Indonesia.
Lebih lanjut, Prabowo menilai hubungan bilateral Indonesia dan Prancis saat ini berada pada titik terbaik. Sinergi kedua negara tidak hanya terbatas pada sektor pertahanan, tetapi juga meluas ke bidang sains, teknologi, riset, hingga pendidikan.
Kunjungan ke Prancis ini menjadi catatan penting dalam rangkaian diplomasi luar negeri Prabowo. Tercatat sejak menjabat sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, mantan Menteri Pertahanan tersebut telah melakukan kunjungan kerja ke Prancis sebanyak empat kali guna memastikan seluruh kerja sama strategis berjalan sesuai target.
























