Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah dalam menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA) serta pembentukan badan usaha khusus ekspor. Perusahaan berkomitmen untuk mematuhi seluruh regulasi yang akan ditetapkan demi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Corporate Secretary Division Head Aneka Tambang, Wisnu Danandi Haryanto, menjelaskan bahwa langkah tersebut selaras dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas strategis nasional. ANTM memandang kebijakan ini sebagai upaya positif dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih terintegrasi, efisien, dan memiliki daya saing tinggi.
Di tengah penyesuaian regulasi tersebut, ANTM menegaskan bahwa fundamental bisnis perusahaan tetap terjaga dengan fokus utama pada pemenuhan pasar domestik. Strategi ini dibuktikan melalui capaian penjualan domestik pada kuartal I-2026 yang menembus angka Rp 28,31 triliun, atau setara dengan 97 persen dari total penjualan bersih perusahaan.
Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan ANTM dalam mengoptimalkan agenda hilirisasi nasional. Meski demikian, perusahaan tetap menjalankan ekspor secara selektif dan berkelanjutan guna menjaga keseimbangan antara pasar domestik dan global.
Strategi Keberlanjutan Perusahaan
Secara operasional, ANTM terus menjaga konsistensi produksi dan memperkuat hilirisasi mineral. Perusahaan memastikan seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bisnis.
Wisnu menambahkan bahwa penguatan tata kelola ekspor nasional diharapkan menjadi momentum bagi ANTM untuk meningkatkan nilai tambah produk hilir Indonesia di pasar internasional. Langkah ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan industrialisasi nasional dalam jangka panjang.
Di sisi lain, meski sempat menjadi sorotan terkait pergerakan indeks saham, ANTM optimistis bahwa penguatan fundamental yang didukung oleh kinerja keuangan positif pada kuartal I-2026 akan memberikan dampak berkelanjutan bagi nilai perusahaan. ANTM berkomitmen terus beradaptasi dengan kebijakan pemerintah, termasuk dalam menghadapi potensi penyesuaian tarif royalti mineral melalui langkah-langkah mitigasi yang terukur.



















