Jakarta – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan lonjakan volume lalu lintas selama periode libur panjang di kuartal II 2026. Tercatat, sebanyak 321.039 kendaraan keluar dari wilayah Jabotabek pada periode H-1 hingga hari libur Iduladha 1447H, atau meningkat 19,62% dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang rata-rata mencapai 268.392 kendaraan.
Meski momentum libur panjang di semester II 2026 diprediksi tidak akan sepadat paruh pertama tahun ini, manajemen Jasa Marga memastikan akan tetap konsisten mengejar target kinerja tahunan melalui berbagai langkah strategis. Perseroan berkomitmen menjaga pertumbuhan pendapatan usaha dengan tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol serta melakukan penyesuaian tarif secara berkala sesuai rencana.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa perusahaan fokus menjaga efektivitas dan efisiensi anggaran guna memastikan EBITDA tetap bertumbuh. Sepanjang kuartal I 2026, Jasa Marga telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar 20% dari target tahunan, yang dialokasikan untuk mempercepat penyelesaian lima proyek tol strategis nasional.
Proyek-proyek tersebut mencakup Jalan Tol Jogja-Solo, Jalan Tol Jogja-Bawen, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Jalan Tol Akses Patimban. Perkembangan proyek ini berjalan linier dengan penyerapan dana yang telah dikeluarkan.
Di sisi lain, para analis menilai prospek kinerja Jasa Marga tetap menjanjikan meski pertumbuhannya cenderung moderat di sisa tahun 2026. Kinerja operasional perusahaan dinilai masih kuat berkat stabilitas trafik kendaraan, kontribusi dari ruas tol baru, serta implementasi kenaikan tarif tol.
Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, memandang bisnis Jasa Marga memiliki karakteristik defensif dengan posisi dominan di sektor infrastruktur. Menurutnya, meskipun ada tantangan berupa beban bunga dan kebutuhan belanja modal, margin perusahaan masih terjaga seiring dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik yang stabil. Ia memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham JSMR dengan target harga Rp 3.300 hingga Rp 3.650 per saham.
Senada dengan hal tersebut, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, melihat potensi perbaikan margin yang bersifat gradual. Wafi menekankan bahwa penyesuaian tarif dan operasional ruas tol baru akan menjadi pendorong utama, terutama jika terjadi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia yang dapat meringankan beban biaya utang perseroan. Wafi memberikan rekomendasi beli untuk saham JSMR dengan target harga Rp 4.500 per saham.
Secara keseluruhan, kendati sentimen libur panjang akan berkurang pada semester II 2026, Jasa Marga tetap diuntungkan oleh pendapatan rutin dari operasional jalan tol. Tantangan eksternal seperti tingkat suku bunga dan fluktuasi rupiah tetap menjadi perhatian, namun efektivitas kenaikan tarif dan ekspansi trafik diyakini mampu menopang profitabilitas perusahaan ke depan.



















