Jakarta – Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai sebagai langkah krusial dalam membenahi tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam nasional. Kehadiran entitas ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi perdagangan sekaligus memperkuat pencatatan devisa hasil ekspor (DHE).
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, menyatakan bahwa DSI berpotensi memperbaiki akuntabilitas pengelolaan komoditas unggulan seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy. Komoditas tersebut memegang peranan vital dalam struktur ekspor Indonesia.
“DSI dapat menjadi instrumen untuk memperkuat pengawasan serta menekan praktik under invoicing dan transfer pricing. Jika diimplementasikan dengan optimal, kebijakan ini akan berdampak positif pada penguatan cadangan devisa, penerimaan negara, hingga stabilitas nilai tukar,” ujar David, Senin (1/6/2026).
Menurut David, keberhasilan DSI menjadi sangat penting karena tiga komoditas awal yang masuk dalam skema tersebut mencakup sekitar 23 persen dari total ekspor nasional. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya membangun institusi yang kredibel, profesional, dan mampu mendapatkan kepercayaan pasar internasional.
Terkait fase transisi, David mengingatkan pemerintah agar memastikan implementasi kebijakan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas bisnis yang sudah ada. Ia menyarankan pemerintah untuk menghormati kontrak ekspor yang sedang berjalan serta memberikan kejelasan aturan kepada pelaku usaha maupun investor.
“Pemerintah perlu memastikan masa transisi berjalan dengan baik agar DSI tidak dipersepsikan sebagai tambahan birokrasi, melainkan sebagai reformasi tata kelola yang pro-market dan pro-growth,” tambahnya.
David juga menyoroti pentingnya transformasi sistem tata kelola ekspor dari administratif menjadi berbasis data. Ia menyarankan agar dilakukan evaluasi secara berkala dengan indikator terukur, mulai dari kepatuhan eksportir hingga dampaknya terhadap kinerja emiten ekspor.
Jika dijalankan secara konsisten dan transparan, David optimistis DSI dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kredibilitas Indonesia dalam perdagangan global. Kunci utama keberhasilan kebijakan ini terletak pada penguatan tata kelola atau governance yang dapat diawasi oleh publik dan para pemangku kepentingan.




















