Unitree Lolos Uji IPO, Persaingan Robot Humanoid Tiongkok Kian Memanas

persen

Hangzhou – Unitree Robotics selangkah lebih dekat menuju lantai bursa setelah dinyatakan lolos dalam sidang komite pencatatan di Shanghai pada Senin (1/6/2026). Keberhasilan ini menjadi tonggak krusial bagi perusahaan robotika tersebut untuk melantai di STAR Market, sekaligus memanaskan persaingan industri robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI) di tingkat global.

Perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini sebelumnya telah mengajukan rencana pencatatan perdana pada 20 Maret. Setelah melewati dua putaran pemeriksaan regulator serta inspeksi lapangan, Unitree kini bersiap menuju tahap registrasi dan penerbitan saham.

Dalam proses penawaran umum perdana (IPO) ini, Unitree menargetkan perolehan dana sebesar 4,2 miliar yuan atau sekitar Rp 11,92 triliun. Rencananya, perusahaan akan melepas setidaknya 40,4 juta saham atau setara dengan minimal 10 persen kepemilikan saham publik.

Secara finansial, Unitree menunjukkan performa yang cukup solid. Pada tahun lalu, perusahaan membukukan pendapatan 1,7 miliar yuan dengan laba bersih mencapai 590,8 juta yuan. Angka laba bersih tersebut menempatkan Unitree sebagai yang tertinggi di antara para pesaingnya, mencerminkan efisiensi operasional yang terjaga di fase awal pengembangan industri.

Meski demikian, tekanan mulai terasa pada kuartal pertama tahun ini. Meski pendapatan tumbuh 68 persen secara tahunan menjadi 422,8 juta yuan, laba bersih perusahaan justru terkoreksi lebih dari 52 persen menjadi 40,3 juta yuan. Penurunan ini dipicu oleh besarnya biaya riset dan pengembangan serta dinamika sentimen pasar.

Untuk mempertahankan daya saing, Unitree kini memfokuskan investasi pada pengembangan kecerdasan buatan, terutama teknologi World-Model-Action (WMA) dan Vision-Language-Action (VLA). Inovasi ini krusial agar robot mampu memahami lingkungan fisik dan menerjemahkan instruksi manusia dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

Langkah strategis Unitree ini hadir di tengah ketatnya persaingan global melawan pemain besar, termasuk proyek Optimus milik Tesla. Analis Morgan Stanley, Zhong Sheng, menilai gelombang IPO di sektor robot humanoid ini akan semakin meningkatkan minat investor terhadap saham-saham di industri robotika.

Di sisi lain, UBS memproyeksikan pengiriman global robot humanoid akan menyentuh angka 30.000 unit pada 2026. Namun, analis UBS, Phyllis Wang, mengingatkan bahwa keterbatasan data dan pengembangan otak AI masih menjadi tantangan utama untuk mencapai produksi massal.

Kendati demikian, prospek industri komponen pendukung dinilai tetap cerah. Peningkatan kapasitas produksi dan integrasi sistem diperkirakan akan mendorong permintaan suku cadang, yang menjadi angin segar bagi perusahaan rantai pasok di Tiongkok.

Bagi Unitree, keberhasilan IPO ini menjadi penanda bahwa perlombaan robot humanoid telah bergeser dari sekadar eksperimen masa depan menjadi arena strategis. Hal ini menegaskan posisi robotika sebagai sektor krusial yang akan menentukan arah dominasi teknologi dunia ke depan.

Rekomendasi