Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bertekad membersihkan kementeriannya dari praktik “deep state” yang dijalankan oleh oknum pejabat senior. Ia menilai keberadaan kelompok ini telah merusak integritas birokrasi dengan memanfaatkan pegawai muda untuk kepentingan pribadi.
Dody mengibaratkan fenomena ini seperti serangan rayap pada kayu. Meski dari luar tampak kokoh dan baik-baik saja, struktur di dalamnya sebenarnya sudah keropos dan rapuh.
“Kalau saya sih mengibaratkan semua ini kayak rayap. Rayap itu kan bersembunyi di dalem ya, nggak kelihatan kan. Eh misalnya kayu kelihatan bagus, kayunya keren, nggak ada masalah kan. Tapi kita senggol dikit, pruk, hancur, jatuh,” ujar Dody.
Menurut Dody, praktik penyalahgunaan wewenang ini sering kali melibatkan pejabat senior yang sudah pensiun namun masih merasa memiliki pengaruh kuat di dalam kementerian. Atas dasar itulah, Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat khusus kepadanya untuk melakukan pembenahan total.
“Saya melihatnya memang deep state ini penyakit gitu loh. Utamanya yang senior-senior ya. Senior-senior yang sudah pensiun-pensiun tapi merasa masih punya power di dalam. Saya dikasih tanggung jawab oleh Pak Presiden di sini, ya itu bagian yang harus saya luruskan lah,” tegasnya.
Salah satu bentuk penyimpangan yang disorot Dody adalah pemaksaan kehendak kepada pegawai muda. Ia mengaku geram saat mengetahui ada oknum senior yang menggunakan nama staf muda untuk kepentingan pribadi, seperti pembelian kendaraan, dengan iming-iming kemudahan karier atau pendidikan.
“Saya itu paling benci sekali kalau kemudian senior-senior PU itu justru memanfaatkan generasi-generasi muda ini untuk kelakuan bejatnya mereka gitu loh. Kan mereka itu gini, ‘Lu mau sekolah ya? Oke. Tapi lu ini ya, lu gua pakai nama lu dulu ya untuk beli mobil.’ Kan kurang ajar itu,” ungkap Dody dengan nada kesal.
Dody menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi para senior yang melakukan praktik tersebut. Ia berkomitmen untuk terus membimbing generasi muda di Kementerian PU agar memiliki integritas tinggi dan tidak terjerumus dalam budaya kerja yang korup.






















