Jakarta – Sebanyak 324 unit hunian bagi warga di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, kini telah rampung sepenuhnya. Proyek ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menata kawasan padat penduduk sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan di area tersebut.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, meninjau langsung lokasi pembangunan untuk memastikan kesiapan operasional hunian tersebut. Dalam kunjungannya, Dony menggelar rapat koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN, Hambra.
Dony menjelaskan bahwa saat ini fokus utama pemerintah adalah mematangkan tahapan akhir pemanfaatan hunian serta memastikan seluruh fasilitas pendukung siap digunakan.
“Progres fisik sudah 100 persen. Sekarang kita pastikan tahapan akhir pemanfaatan, kesiapan fasilitas pendukung, dan koordinasi lintas instansi,” ujar Dony Oskaria, Selasa (9/6/2026).
Ia menekankan bahwa keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan tanggung jawab sosial. Menurutnya, penyediaan hunian ini bukan sekadar memindahkan warga, melainkan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas hidup dan menjamin keselamatan masyarakat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini bukan cuma soal rumah. Tapi tentang keselamatan warga dan peningkatan kualitas hidup. Arahan Pak Prabowo harus clear,” tegasnya.
Hunian baru tersebut dirancang dengan kelengkapan fasilitas penunjang yang memadai, mulai dari masjid, taman bermain anak, toilet, dapur komunal, hingga tandon air. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengubah wajah kawasan yang sebelumnya kumuh menjadi lingkungan yang lebih tertata, aman, dan manusiawi.
Dony menambahkan bahwa kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam penyelesaian proyek ini. “Kami ingin warga senang dan aman. Ini prioritas kami,” pungkasnya.






















