Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri secara tegas membantah spekulasi publik yang mengaitkan nama mereka ke dalam bursa calon Menteri Keuangan. Keduanya memberikan klarifikasi tersebut usai memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/6).
Spekulasi mengenai perombakan kabinet atau pengisian kursi strategis di Kementerian Keuangan memang tengah menjadi sorotan hangat. Namun, keduanya memastikan bahwa kehadiran mereka di Istana tidak berkaitan dengan pembahasan posisi tersebut.
Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini masih tetap pada tugas sebagai Menteri Kesehatan. Ia bahkan menepis isu tersebut dengan jawaban singkat, mengisyaratkan bahwa wacana mengenai dirinya mengisi pos kementerian lain tidak memiliki dasar yang kuat.
“Sekarang masih jadi Menkes. Sudah jadi menteri,” ujar Budi saat dikonfirmasi oleh awak media di kompleks Istana Kepresidenan.
Menurut Budi, kehadirannya di Istana adalah untuk melaporkan perkembangan terkini mengenai tiga program percepatan atau quick wins yang menjadi prioritas di sektor kesehatan. Program tersebut mencakup inisiatif pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, upaya penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC), serta pembangunan dan peningkatan kapasitas rumah sakit di berbagai daerah.
Budi memaparkan realisasi dari target pembangunan 66 rumah sakit daerah yang kini terus berjalan. Hingga saat ini, sebanyak 20 rumah sakit telah selesai dibangun, dengan 12 di antaranya sudah beroperasi secara penuh untuk melayani masyarakat.
Di sisi lain, Chatib Basri juga memberikan keterangan serupa. Mantan Menteri Keuangan tersebut menyatakan bahwa pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto murni membahas dinamika perekonomian nasional saat ini. Ia membantah adanya tawaran untuk menduduki kembali kursi Menteri Keuangan dalam pemerintahan yang sedang berjalan.
“Tidak pernah, ini kami bahas soal ekonomi, kok,” ungkap Chatib dengan tegas menanggapi rumor yang berkembang.
Baik Budi maupun Chatib memastikan bahwa agenda pertemuan mereka dengan Presiden dilakukan secara terpisah. Keduanya tidak berada dalam satu forum rapat yang sama di dalam Istana. Budi melakukan audiensi terkait laporan program kesehatan, sementara Chatib hadir dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional untuk memberikan pandangan terkait kebijakan ekonomi makro.
Pernyataan dari kedua tokoh ini sekaligus meredam berbagai spekulasi yang sempat beredar di ruang publik terkait potensi pergeseran posisi menteri di kabinet Prabowo Subianto. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Istana mengenai agenda perombakan kabinet yang banyak dibicarakan oleh pengamat politik dalam beberapa hari terakhir. Fokus pemerintah saat ini tampak masih terkonsentrasi pada pemantapan program-program prioritas yang telah dicanangkan sejak awal masa pemerintahan.




















