SPPG Mekarsari 02 Depok Kembali Beroperasi Usai Dana BGN Cair

persen

Depok – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekarsari 02 Cimanggis dipastikan kembali beroperasi normal mulai Senin (15/6) mendatang. Kepastian tersebut muncul setelah pihak pengelola menerima pencairan dana operasional yang sempat tertunda dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala SPPG Mekarsari 02, Vicky Radamuri, mengonfirmasi bahwa penambahan saldo atau top up dana telah masuk ke rekening unit layanan pada Kamis (11/6) malam. Dana tersebut akan langsung dialokasikan untuk pengadaan bahan baku makanan bergizi bagi para penerima manfaat.

“Senin sudah pasti bisa jalan dan beroperasi kembali. Kami sudah menerima top up saldo untuk belanja bahan baku,” ujar Vicky melalui pesan suara, Sabtu (13/6).

Sebelumnya, SPPG Mekarsari 02 sempat menghentikan layanan sementara sejak 11 Juni. Pengumuman vakum operasional tersebut disampaikan melalui media sosial resmi unit tersebut akibat tersendatnya aliran dana operasional yang biasanya diterima setiap Jumat.

Kondisi keuangan unit sempat menyentuh angka kritis dengan sisa saldo hanya sebesar Rp35 juta pada pekan lalu. Padahal, kebutuhan operasional harian, termasuk pembelian bahan baku, mencapai sekitar Rp25 juta per hari. Keterbatasan dana tersebut memaksa dapur umum ini untuk menunda aktivitas pelayanan hingga kepastian anggaran dari BGN terpenuhi.

Saat ini, SPPG Mekarsari 02 memiliki tanggung jawab melayani kebutuhan nutrisi bagi 2.733 penerima manfaat. Kelompok penerima ini tersebar di 22 lembaga pendidikan di wilayah Cimanggis, Depok. Selain melayani siswa sekolah, layanan gizi ini juga mencakup kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita melalui posyandu setempat.

Vicky menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemesanan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan didistribusikan pada Senin besok. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran distribusi nutrisi kepada seluruh sasaran tanpa hambatan lebih lanjut.

Fenomena gangguan operasional pada SPPG ini tidak hanya dialami oleh Mekarsari 02. Sejak Senin (8/6), sejumlah unit SPPG di berbagai wilayah terpantau mengambil langkah serupa akibat kendala teknis dalam pencairan dana dari Badan Gizi Nasional. Keterlambatan skema pengisian kembali saldo operasional menjadi faktor utama yang memicu penghentian sementara kegiatan dapur umum di titik-titik tersebut.

Dengan telah diterimanya dana operasional tersebut, SPPG Mekarsari 02 siap melanjutkan perannya sebagai penyedia layanan gizi masyarakat. Pihak pengelola berkomitmen untuk menjaga kesinambungan distribusi nutrisi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan bagi seluruh penerima manfaat di wilayah operasionalnya. Stabilitas pendanaan ke depannya diharapkan dapat terjaga guna menghindari penghentian layanan serupa di masa mendatang.

Rekomendasi