Jakarta – Pemerintah memastikan akan menyetop izin impor beras premium mulai tahun 2025 mendatang. Kebijakan ini diambil seiring dengan melimpahnya stok cadangan beras nasional yang kini mencapai 5,2 juta ton, jauh melampaui kapasitas gudang Bulog yang hanya 3 juta ton.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, saat ini Bulog bahkan harus menyewa gudang tambahan sebesar 2,2 juta ton untuk menampung kelebihan stok tersebut.
“Yang belum yakin silakan ke gudang Bulog seluruh Indonesia,” tegas Amran di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6).
Selain fokus pada beras, pemerintah kini tengah menggenjot produksi bawang putih, daging, dan kedelai. Ketiga komoditas tersebut menjadi target utama untuk mencapai swasembada, menyusul delapan komoditas lainnya yang telah berhasil mandiri dan bahkan menembus pasar ekspor.
Amran menjelaskan, pemerintah telah menerapkan strategi penanaman maraton untuk mengejar target tersebut. Ia optimistis Indonesia mampu mencapai swasembada pangan secara menyeluruh.
“Tiga yang belum, yang pertama bawang putih, daging dengan kedelai,” ujar Amran.
Ia menambahkan, berdasarkan standar FAO tahun 1999, sebuah negara dikategorikan swasembada jika ketergantungan impor berada di bawah 10 persen. Dengan total produksi nasional yang mencapai 73 juta ton terhadap kebutuhan 68 juta ton, Amran mengklaim Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.
“Artinya kalau kita bagi 3,5 juta ton dibagi 73 juta ton itu 4 – 5 persen. Artinya apa? Swasembada pangan, swasembada beras bahkan surplus,” pungkasnya.





















