IHSG Melemah Jelang Pengumuman Indeks Global MSCI dan FTSE

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Kamis dengan pelemahan sebesar 48,40 poin atau 0,78 persen ke level 6.172,34. Tekanan jual mendominasi pasar sepanjang hari, sejalan dengan sikap antisipatif investor yang menanti agenda penting terkait penyesuaian indeks global.

Kondisi indeks LQ45 sebagai representasi saham unggulan turut mencerminkan sentimen negatif tersebut, dengan mencatatkan penurunan sebesar 8,31 poin atau 1,33 persen ke posisi 616,92. Sepanjang hari, IHSG konsisten bergerak di zona merah sejak pembukaan hingga penutupan sesi kedua perdagangan.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa investor cenderung bersikap hati-hati dalam menentukan posisi portofolio. Fokus pasar saat ini tertuju pada pengumuman indeks saham global MSCI serta proses rebalancing indeks FTSE Russel yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6). Selain itu, pelaku pasar juga mencermati agenda MSCI Annual Market Classification Review yang akan diumumkan pada Rabu (24/6) pekan depan.

Sentimen domestik juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Indonesia. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta menekan laju inflasi. Dengan kenaikan ini, BI mencatat akumulasi peningkatan suku bunga sebesar 100 bps, yang menempatkan level tersebut pada posisi tertinggi sejak April 2025.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik internasional turut menjadi sorotan setelah adanya laporan mengenai nota kesepahaman digital antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran terkait inisiatif perdamaian permanen. Namun, isu ini belum memberikan dampak signifikan bagi penguatan indeks domestik.

Berdasarkan data sektoral IDX-IC, enam sektor mengalami tekanan, dengan sektor infrastruktur mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,96 persen. Sektor keuangan dan kesehatan menyusul dengan pelemahan masing-masing sebesar 1,32 persen dan 1,07 persen. Sebaliknya, lima sektor berhasil bertahan di zona hijau dipimpin oleh sektor barang baku yang menguat 2,49 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer 0,47 persen serta sektor transportasi dan logistik 0,29 persen.

Total transaksi yang tercatat mencapai 1,77 juta kali dengan volume perdagangan sebesar 23,68 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp17,97 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 271 saham mengalami kenaikan, 445 saham melemah, dan 243 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Saham-saham dengan kenaikan harga tertinggi meliputi CBUT, JECC, ZONE, KOPI, dan RLCO. Sementara itu, jajaran saham yang mengalami koreksi terdalam di antaranya KONI, DEFI, BCIC, DPUM, dan ESIP. Kinerja IHSG hari ini tampak kontras dengan bursa regional Asia, di mana indeks Nikkei ditutup menguat 1,75 persen dan Strait Times naik 0,70 persen, sementara indeks Hang Seng dan Shanghai tercatat melemah.

Rekomendasi