Bekasi – Upaya menekan angka kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri terus digencarkan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kini menggandeng Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Bekasi, Jumat (19/6/2026).
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing tinggi. Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan praktisi industri sangat krusial agar talenta muda tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga siap kerja.
“Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan dunia praktik ketenagakerjaan. Salah satu tujuan utamanya adalah meminimalkan mismatch antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri,” ujar Cris.
Dalam kerja sama ini, kedua pihak sepakat untuk melakukan pengembangan kapasitas SDM, riset bersama, hingga pemanfaatan sarana prasarana. Kemnaker juga membuka akses bagi mahasiswa untuk memanfaatkan platform SIAPKerja yang mencakup layanan MagangHub, KarirHub, SkillHub, hingga BizHub.
Cris mendorong mahasiswa, khususnya tingkat akhir, untuk aktif memanfaatkan layanan tersebut guna mengasah kemampuan profesional, mulai dari teknik melamar kerja hingga komunikasi di dunia kerja. Ia mengingatkan bahwa persaingan tenaga kerja saat ini telah melampaui batas wilayah nasional.
“Kita perlu menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Saingan kita bukan hanya di Bekasi atau Indonesia, tetapi juga tenaga kerja dari berbagai negara. Karena itu, kita harus memiliki talenta-talenta unggul yang benar-benar siap bekerja dan mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.
Melalui kemitraan ini, Kemnaker berharap dapat melahirkan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berbasis data, sekaligus memperkuat program pengabdian masyarakat seperti Tenaga Kerja Mandiri. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan efektif bagi mahasiswa dalam melakukan transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja yang sesungguhnya.




















