Jakarta – PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) diproyeksikan mencatatkan pemulihan kinerja keuangan yang berkelanjutan seiring dengan stabilisasi harga komoditas batubara global serta penerapan efisiensi operasional yang ketat. Stabilitas harga di atas level US$ 65 per ton menjadi katalis utama yang menjaga margin keuntungan perusahaan di tengah dinamika pasar energi internasional.
Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, mengungkapkan bahwa permintaan batubara dari kawasan Asia yang tetap solid menjadi penopang utama bagi operasional BSSR. Meskipun harga komoditas saat ini belum kembali ke level puncak siklus sebelumnya, struktur biaya yang kompetitif memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan ketahanan fundamentalnya.
Di sisi lain, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, memberikan catatan bahwa keberlanjutan tren positif ini tetap bergantung pada pergerakan harga komoditas di pasar global. Wafi menyoroti bahwa penurunan permintaan dari dua pasar utama, yakni China dan India, masih menjadi risiko sistemik yang perlu diwaspadai oleh investor. Efisiensi operasional saat ini dipandang sebagai penyangga atau buffer tambahan terhadap volatilitas harga.
Dalam upaya menjaga keberlangsungan bisnis jangka panjang, BSSR telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 26,3 juta. Dana tersebut dialokasikan secara strategis untuk akuisisi lahan serta pengembangan aktivitas eksplorasi melalui anak perusahaan, PT Antang Gunung Meratus (AGM). Akuisisi ini dinilai krusial untuk memperpanjang usia tambang serta menjaga cadangan batubara perusahaan tetap stabil di masa depan.
Sukarno Alatas menilai langkah akuisisi lahan oleh AGM sebagai strategi proaktif yang memberikan fleksibilitas operasional lebih luas. Dengan cadangan yang terjaga, BSSR memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan sumber daya baru dan memastikan kesinambungan produksi dalam jangka panjang.
Senada dengan pandangan tersebut, Muhammad Wafi menyatakan bahwa dampak positif dari belanja modal ini memang memerlukan waktu untuk terealisasi secara penuh. Peningkatan cadangan batubara melalui eksplorasi AGM baru akan berdampak signifikan terhadap valuasi perusahaan setelah hasil eksplorasi terkonfirmasi secara resmi. Wafi menambahkan bahwa AGM berfungsi sebagai exploration vehicle dengan cakrawala waktu antara tiga hingga lima tahun sebelum memberikan kontribusi material terhadap volume produksi dan kinerja keuangan perusahaan.
Terkait kebijakan regulasi ekspor satu pintu, para analis memiliki pandangan yang berbeda dalam menakar dampaknya. Wafi mengingatkan adanya potensi hambatan administratif dan risiko keterlambatan volume penjualan pada paruh kedua tahun berjalan. Sebaliknya, Sukarno menilai kebijakan tersebut berpotensi mendorong transparansi dan efisiensi tata niaga ekspor dalam jangka panjang.
Berdasarkan proyeksi tersebut, Kiwoom Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi trading buy untuk saham BSSR dengan target harga berada di kisaran Rp 4.900 hingga Rp 5.000 per lembar saham. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan harga batubara global sebagai indikator utama pergerakan kinerja perusahaan ke depan.






















