Jakarta – Fluktuasi harga saham SpaceX dan penyesuaian perhitungan aset Tesla membuat kekayaan Elon Musk terdepak dari level US$1 triliun. Padahal, miliarder tersebut baru saja mencatatkan sejarah sebagai orang pertama di dunia yang menembus angka fantastis itu selama 12 hari terakhir.
Berdasarkan data terbaru Forbes, total kekayaan bersih Musk kini berada di angka US$962 miliar atau sekitar Rp17.244,66 triliun. Penurunan ini dipicu oleh anjloknya valuasi SpaceX sebesar 31 persen dari titik puncaknya pada pertengahan Juni lalu.
Selain faktor pasar, Forbes melakukan penyesuaian perhitungan dengan menghapus sekitar US$116 miliar nilai saham Tesla milik Musk. Langkah ini diambil karena saham tersebut kini dikategorikan sebagai restricted stock atau saham dengan pembatasan tertentu.
Perubahan status saham ini merupakan buntut dari perjanjian baru antara Musk dan Tesla pada April 2026. Dalam kesepakatan tersebut, Musk baru bisa menguasai penuh sahamnya jika ia tetap menjabat sebagai CEO atau eksekutif kunci hingga Januari 2028.
Meski posisinya sebagai triliuner sempat goyah, Musk masih kokoh memegang takhta sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaannya saat ini tercatat tiga kali lipat lebih besar dibandingkan pendiri Google, Larry Page, yang menempati posisi kedua dengan kekayaan US$284 miliar.
Para analis menilai peluang Musk untuk kembali menyandang status triliuner masih terbuka lebar. Hal ini bergantung pada performa SpaceX, mengingat 38 persen saham perusahaan antariksa tersebut yang dimiliki Musk masih menjadi kontributor utama kekayaannya dengan nilai mencapai US$796 miliar.























