TikTok Beri Penjelasan Resmi Terkait Kabar PHK Karyawan Tokopedia

persen

Jakarta – TikTok secara resmi mengonfirmasi adanya langkah penyesuaian organisasi yang berdampak pada karyawan di unit Tokopedia.

Langkah strategis ini dilakukan perusahaan untuk menyelaraskan kembali divisi riset dan pengembangan (R&D) demi mengejar pertumbuhan jangka panjang.

Keputusan tersebut diambil sebagai upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis bagi komunitas kreator serta penjual di platform mereka.

Juru Bicara TikTok menyampaikan bahwa proses ini merupakan langkah yang tidak mudah bagi perusahaan.

“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” ujar Juru Bicara TikTok pada Kamis, (4/7).

Manajemen memastikan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memberikan dukungan penuh kepada para karyawan yang terdampak selama masa transisi tersebut.

Meski terjadi restrukturisasi, TikTok menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem perdagangan digital Tokopedia di Indonesia.

Investasi pada peningkatan layanan bagi pengguna maupun pelaku usaha lokal dipastikan akan tetap berjalan sesuai rencana awal.

“Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia,” tambah Juru Bicara TikTok.

Isu mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) ini mencuat pertama kali setelah akun media sosial @ecommurz menyebarkan informasi terkait perampingan besar-besaran oleh ByteDance selaku induk usaha TikTok.

Dalam unggahan tersebut, muncul klaim bahwa sekitar 90 persen pekerja Tokopedia terdampak oleh kebijakan ini.

Divisi yang dilaporkan paling banyak terkena imbas adalah riset dan pengembangan, divisi kepercayaan dan keamanan (Trust and Safety), serta bagian keuangan.

Rumor tersebut juga menyebutkan bahwa perusahaan hanya mempertahankan sekitar 10 persen staf untuk mengelola proyek yang masih berjalan.

Selain itu, beredar kabar bahwa Tokopedia akan beralih secara bertahap menggunakan sistem Tokopedia Lite dengan infrastruktur internal milik TikTok Shop.

Menanggapi berbagai spekulasi tersebut, pihak TikTok memilih untuk tidak memberikan konfirmasi mengenai angka persentase karyawan yang terdampak.

Perusahaan juga tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah staf yang dipertahankan dalam struktur organisasi yang baru.

Pernyataan resmi perusahaan tetap berfokus pada langkah penyesuaian organisasi sebagai bagian dari strategi memperkuat performa bisnis di masa depan.

Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai kapan proses transisi ini akan selesai sepenuhnya.

Manajemen menekankan bahwa seluruh kebijakan yang diambil ditujukan untuk memastikan efisiensi operasional platform di tengah ketatnya persaingan pasar digital.

Kondisi ini menempatkan Tokopedia dalam fase transformasi besar sejak diakuisisi oleh TikTok guna memperkuat penetrasinya di pasar e-commerce Indonesia.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar