Jakarta – Danantara Indonesia mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah proyek strategis nasional yang didanai dari dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepanjang tahun 2025.
Langkah ini diambil menyusul keberhasilan transformasi kinerja keuangan sejumlah BUMN yang berada di bawah ekosistem pengelolaan Danantara.
Badan Pengelola Investasi (BPI) tersebut menyatakan bahwa dividen yang terkumpul dialokasikan untuk mendukung pembangunan jangka panjang.
“Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional,” tulis keterangan resmi Danantara Indonesia.
Salah satu investasi yang telah berjalan adalah pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah.
Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global.
Selain itu, Danantara juga mendanai proyek Waste-to-Energy (WTE) untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan transisi ekonomi hijau.
Keberhasilan investasi ini tidak lepas dari perbaikan kinerja keuangan BUMN yang signifikan pada periode April 2025 hingga April 2026.
Sejumlah perusahaan pelat merah bahkan berhasil membalikkan kerugian menjadi laba berkat restrukturisasi dan dukungan modal dari Danantara Asset Management (DAM).
Krakatau Steel, misalnya, mencatatkan laba Rp635 miliar setelah sebelumnya merugi Rp981 miliar.
Kimia Farma juga mencetak laba Rp108 miliar dari posisi rugi Rp160 miliar pada periode sebelumnya.
Semen Indonesia turut mencatatkan pemulihan dengan membukukan laba Rp106 miliar dari posisi rugi Rp66 miliar.
Sementara itu, perusahaan besar seperti Pertamina mencatatkan kenaikan laba 80 persen menjadi Rp24,9 triliun.
Pupuk Indonesia mencatat lonjakan laba hingga 202 persen menjadi Rp4,8 triliun.
Pelindo juga mencatatkan kenaikan laba sebesar 169 persen menjadi Rp1,5 triliun.
Sektor perbankan seperti BRI, Bank Mandiri, dan BNI juga menunjukkan pertumbuhan laba yang stabil di kisaran 6 hingga 15 persen.
Danantara menegaskan bahwa seluruh investasi tersebut dilakukan dengan prinsip tata kelola yang prudent dan disiplin tinggi.
Saat ini, Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih dalam tahap audit akhir.
Laporan tersebut akan segera dipublikasikan kepada publik setelah seluruh proses audit selesai sesuai ketentuan perundang-undangan.




















