Jakarta – Dominasi transaksi digital di ibu kota kian menguat dengan catatan kontribusi QRIS Jakarta yang kini menyentuh angka 38 persen dari total transaksi nasional.
Capaian impresif ini menjadi sorotan utama dalam perhelatan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 yang berlangsung di Istora Senayan, Sabtu (4/7/2026).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi lintas sektor antara Pemprov DKI, Bank Indonesia, dan OJK.
“Transaksi QRIS Jakarta ini sekarang sudah 38 persen dari transaksi nasional dan itu berkat kerja sama antara Bank Indonesia, OJK, mendorong seluruh pasar-pasar yang ada di Jakarta,” ujar Pramono saat membuka acara tersebut.
Saat ini, sebanyak 153 pasar di bawah pengelolaan Pemprov DKI Jakarta telah mengadopsi sistem pembayaran digital secara penuh.
Selain itu, tercatat sekitar 422.000 pelaku UMKM di Jakarta telah beralih menggunakan QRIS dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Guna memacu pertumbuhan transaksi lebih jauh, Pemprov DKI berencana kembali menggelar kompetisi digitalisasi pasar.
“Saya sudah meminta kepada Dinas UMKM untuk melanjutkan lomba menggunakan digitalisasi yang ada di pasar-pasar di Jakarta,” ungkapnya.
Ia meyakini bahwa melalui skema kompetisi yang melibatkan pasar dan perbankan, volume transaksi digital akan meningkat secara signifikan.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya terus memperluas ekosistem pembayaran digital melalui program QRIS Jelajah Indonesia.
Iwan menyebutkan bahwa JKF 2026 menjadi momentum strategis untuk mempercepat inklusi keuangan sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global.
“Seluruh rangkaian ini menegaskan kuatnya komitmen semua elemen institusi di DKI Jakarta untuk bersama-sama memajukan ekonomi Jakarta,” tutur Iwan.
Selain digitalisasi, BI juga mengintegrasikan program edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah serta pengembangan ekonomi syariah dalam rangkaian festival tersebut.
Sinergi antara pemerintah, perbankan, BUMD, hingga komunitas dinilai menjadi fondasi utama dalam transformasi ekonomi ibu kota.
Iwan berharap langkah ini mampu membawa Jakarta menjadi kota yang lebih kreatif, inklusif, dan berkelanjutan di usia lima abadnya.




















