IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa impresif pada perdagangan akhir pekan lalu dengan melonjak 2,28% ke level 5.875,78.

Kenaikan sebesar 131,22 poin tersebut menjadi sinyal optimisme pasar terhadap perbaikan sentimen ekonomi global maupun domestik.

Meskipun reli terjadi cukup tajam, pelaku pasar kini dihadapkan pada tantangan volatilitas yang diprediksi akan mewarnai perdagangan Senin (6/7/2026).

Pengamat pasar modal, Hendra Wardhana, menyatakan bahwa potensi penguatan lanjutan pada awal pekan ini diperkirakan lebih terbatas.

“Meski demikian, kenaikan IHSG masih perlu disikapi secara selektif karena belum didukung oleh arus dana asing yang kuat,” ujarnya dikutip dari laporan riset pasar, Minggu (5/7/2026).

Keterbatasan ruang kenaikan ini merujuk pada data aliran modal asing yang masih menunjukkan tekanan jual atau net sell sebesar Rp 88 triliun sepanjang tahun berjalan.

Pada perdagangan Jumat terakhir, investor asing bahkan masih mencatatkan net sell senilai Rp 16 miliar.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa reli pasar saat ini lebih banyak digerakkan oleh aksi beli investor domestik atau bargain hunting.

Sentimen positif dari eksternal sendiri dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang melemah, menurunkan ekspektasi agresivitas kebijakan suku bunga bank sentral AS.

Di sisi lain, indeks PMI di kawasan Asia yang masih berada di zona ekspansi turut memberikan dorongan bagi penguatan bursa regional.

Penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp17.962 per dolar AS menjadi katalis tambahan yang memperkuat kepercayaan investor domestik.

Secara teknikal, Founder WH-Project, William Hartanto, menilai keberhasilan indeks menembus level 5.800 sebagai titik balik yang krusial.

“Rebound berlanjut dan berhasil membawa IHSG kembali ke level 5800, ini adalah level yang cukup penting untuk menentukan potensi reversal,” tulis William dalam catatannya, Minggu (5/7/2026).

William memproyeksikan pergerakan indeks pada Senin (6/7/2026) akan berada dalam rentang support 5.800 dan resistance 6.000.

Sementara itu, Hendra memprediksi rentang pergerakan IHSG berada di kisaran 5.840 hingga 5.950 dengan area psikologis 5.900.

Strategi investasi yang disarankan bagi pelaku pasar saat ini adalah melakukan pembelian selektif pada saham-saham dengan momentum teknikal kuat.

Hendra merekomendasikan speculative buy untuk saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan target harga Rp 1.945.

Selain itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga dinilai menarik dengan target harga Rp 2.900 seiring perbaikan prospek sektor logam.

Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turut masuk dalam radar pantauan dengan target harga masing-masing Rp 600 dan Rp 250.

Di sisi lain, William menyarankan investor untuk mengakumulasi saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Estimasi target harga untuk kedua saham tersebut masing-masing berada di level Rp 1.600-1.800 dan Rp 1.300 per saham.

Investor diingatkan untuk tetap menjaga manajemen risiko ketat karena potensi aksi ambil untung jangka pendek masih membayangi pasar.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar