Jakarta – Investor yang memiliki profil risiko tinggi sering kali melirik instrumen saham small cap atau saham lapis tiga sebagai opsi untuk mendongkrak portofolio investasi.
Saham jenis ini didefinisikan sebagai saham perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar yang relatif kecil, yakni di bawah Rp500 miliar.
Karakteristik utama yang melekat pada saham lapis tiga adalah volatilitas harga yang sangat tinggi.
Pergerakan harga yang fluktuatif ini terjadi karena rendahnya likuiditas pasar dibandingkan dengan saham blue chip.
“Saham small cap atau yang biasa dikenal dengan saham lapis tiga adalah saham yang mudah dimanipulasi dan memiliki pergerakan harga yang sangat fluktuatif karena kapitalisasi pasarnya rendah,” demikian keterangan yang dihimpun dari laman informasi edukasi investasi, (24/5/2024).
Meskipun menyandang predikat berisiko tinggi, daya tarik instrumen ini terletak pada potensi imbal hasil yang signifikan di masa depan.
Banyak perusahaan raksasa yang saat ini mendominasi pasar dulunya merupakan perusahaan small cap sebelum akhirnya tumbuh secara eksponensial.
Keuntungan berlipat ganda sering kali diraih oleh investor yang berani masuk di tahap awal pengembangan perusahaan tersebut.
Untuk memitigasi risiko, investor disarankan untuk tidak menjadikan saham small cap sebagai fokus utama portofolio.
Sebaiknya, instrumen ini hanya ditempatkan sebagai pelengkap untuk mengimbangi aset yang lebih stabil.
Investor agresif disarankan untuk mulai melakukan akumulasi secara bertahap guna mempelajari perilaku pasar tanpa harus terpapar kerugian besar secara sekaligus.
Sejumlah langkah strategis perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk membeli saham lapis tiga.
Pertama, investor wajib memantau tren industri dan memilih perusahaan yang berada di sektor yang sedang berkembang pesat.
Kedua, kualitas tim manajemen perusahaan harus dipastikan memiliki rekam jejak yang berpengalaman.
Ketiga, pemeriksaan riwayat keuangan menjadi mutlak dilakukan untuk memastikan arus kas perusahaan berada dalam posisi positif.
Keempat, keunikan produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan dapat menjadi indikator potensi pertumbuhan keuntungan di masa depan.
Terakhir, reputasi perusahaan harus diperiksa secara mendalam guna memastikan keamanan investasi.
Penting untuk membedakan antara saham small cap dengan saham gorengan yang sering kali disalahpahami masyarakat.
“Tidak semua saham small cap adalah saham gorengan,” jelas sumber terkait dalam dokumen panduan pasar modal, (24/5/2024).
Saham small cap hanyalah kategori perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasar yang kecil.
Sebaliknya, saham gorengan merujuk pada saham yang harga dan volumenya sengaja dimanipulasi oleh pihak tertentu untuk keuntungan jangka pendek yang tidak wajar.
Mengenai akses data, investor dapat memantau daftar saham small cap melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) atau aplikasi sekuritas yang terdaftar.
Tidak ada batasan modal minimum yang ketat untuk mulai berinvestasi pada saham lapis tiga.
Jumlah modal yang diperlukan bergantung sepenuhnya pada harga saham per lembar dan jumlah lot yang akan dibeli oleh investor.
Keputusan untuk masuk ke pasar saham small cap sebaiknya dilakukan saat kondisi pertumbuhan ekonomi sedang positif.
Pada periode tersebut, investor cenderung memiliki keberanian lebih tinggi untuk mengambil risiko demi mengejar keuntungan yang lebih besar.























